Hukrim

Polsek Bukit Batu Tangani Warga Depresi

26
×

Polsek Bukit Batu Tangani Warga Depresi

Sebarkan artikel ini
Polsek Bukit Batu Tangani Warga Depresi
DEPRESI-Personel Polsek Bukit Batu bersama tim medis melakukan penanganan terhadap warga yang akan diantar ke RSJ Kalawa Atei. FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Polsek Bukit Batu bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait seorang pria bernama Nanang Rahman (38) yang mengalami depresi di Komplek Pembataan, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Minggu (7/12).

Tiga personel Piket SPKT II, yakni Aipda Endy Setyana, Bripka Heri Gunawan, dan Bripka Arif Sabana langsung menuju lokasi setelah menerima informasi dari keluarga. Setiba di tempat kejadian, petugas melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan yang bersangkutan hingga situasi kembali kondusif.

Pihak keluarga kemudian memutuskan membawa Nanang ke RSJ Kalawa Atei untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafizh Ramadhan, mengatakan bahwa tindakan cepat tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat.

“Kami melakukan quick response untuk memastikan keselamatan warga serta membantu pihak keluarga,” ujarnya.

Tidak hanya melakukan penanganan awal, Polsek Bukit Batu juga melanjutkan pendampingan saat pengantaran pasien ke RSJ Kalawa Atei. Bhabinkamtibmas Bripka Arif bersama petugas kesehatan UPTD Puskesmas Tangkiling melakukan pengawalan dari titik penjemputan di Jalan Trans Palangka Raya–Kuala Kurun Km 16, Desa Bukit Rawi, Selasa (9/12).

Ipda Hafizh menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan medis, khususnya terkait kesehatan jiwa.

“Kami berupaya memastikan warga yang membutuhkan perawatan dapat tertangani dengan baik dan aman hingga tiba di rumah sakit,” katanya.

Selama proses pengantaran, petugas juga memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai pentingnya membawa pasien mendapatkan perawatan profesional untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan. Keluarga diimbau tetap melakukan pengawasan ekstra setelah pasien menjalani perawatan. mak