PURUK CAHU/TABENGAN.CO.ID – Ketua DPRD Murung Raya (Mura) Rumiadi menghadiri Pembukaan Mura Expo 2025 di Alun-Alun Jorih Jerah, Kota Puruk Cahu, pekan tadi. Menurutnya, expo yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini bukan hanya menjadi ajang pamer produk lokal, tetapi juga peluang untuk memperkenalkan potensi unggulan Mura termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Kita ingin UMKM Mura bisa naik kelas, expo ini harus menjadi momentum untuk belajar, berinovasi, dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.
Sehingga event tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura dalam mendorong kemajuan sektor UMKM dan promosi potensi daerah.
Kegiatan dihadiri oleh Bupati Mura Heriyus, didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, unsur Forkopimda, pimpinan Kepala Perangkat Daerah, pelaku usaha, serta undangan lainnya. Dalam sambutannya mewakili Bupati, Wabup menyampaikan pemerintah daerah mengharapkan agar produk lokal khas Mura tidak hanya dipasarkan secara terbatas di wilayah Kalimantan Tengah, tetapi dapat menembus pasar yang lebih luas di tingkat nasional.
“Kami berharap kedepan ada inovasi dan langkah konkret untuk memperluas pemasaran produk-produk unggulan daerah. Jika memungkinkan, dapat dibuka outlet atau galeri di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, maupun Bali, sehingga produk UMKM Mura dapat dikenal dan diterima lebih luas,” ujar Wabup.
Langkah ini, lanjutnya, diharapkan menjadi solusi untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM dan pengrajin lokal. Terutama bagi mereka yang menghasilkan produk berbasis bahan baku lokal seperti rotan, anyaman, kerajinan tangan, serta olahan pangan khas daerah.
Diketahui, Mura Expo 2025 diselenggarakan selama 10 hari, mulai dari tanggal 7 hingga 17 Agustus 2025, dengan jumlah peserta mencapai 31 Perangkat Daerah, 10 Kecamatan, 1 lembaga perbankan, 1 instansi vertikal, 1 lembaga adat, serta 2 dari unsur umum yakni organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan. Selain itu, juga terdapat 57 tenda UMKM. ist











