KESEHATAN

Isu Virus Nipah, Dinkes Pastikan Palangka Raya Nihil Kasus

229
×

Isu Virus Nipah, Dinkes Pastikan Palangka Raya Nihil Kasus

Sebarkan artikel ini
Isu Virus Nipah, Dinkes Pastikan Palangka Raya Nihil Kasus

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Munculnya kasus virus Nipah di India kembali menyita perhatian dunia dan memunculkan kekhawatiran akan potensi penyebaran lintas negara, tak terkecuali Kota Palangka Raya. Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya memastikan hingga kini belum ditemukan indikasi maupun laporan kasus virus Nipah di wilayah ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan menegaskan, kondisi kesehatan masyarakat di Kota Cantik masih dalam status aman. Ia menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya penularan virus Nipah di Palangka Raya.

“Tapi untuk Kota Palangka Raya, sampai sekarang belum ada laporan yang masuk ke kita,” jelas Riduan, Kamis (29/1).

Riduan menjelaskan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang awalnya menular antarhewan, kemudian dapat menginfeksi manusia. Berdasarkan berbagai laporan, hewan seperti kelelawar disebut sebagai salah satu reservoir alami virus tersebut.

“Virus Nipah itu awalnya ditularkan dari binatang ke binatang, kemudian dari binatang ke manusia. Informasi yang berkembang, salah satunya melalui kelelawar,” imbuhnya.

Namun demikian, pengawasan terhadap hewan pembawa penyakit bukan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan. Tugas tersebut berada di bawah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

“Kalau pengawasan hewan itu ada di dinas yang memang punya tugas dan fungsi di bidang tersebut. Kami di Dinas Kesehatan tidak masuk ke arah pengawasan hewan,” katanya.

Lebih lanjut, Riduan menyampaikan bahwa peran Dinkes saat ini lebih diarahkan pada upaya pencegahan melalui edukasi dan penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat, terutama di tengah derasnya arus pemberitaan global terkait virus Nipah.

“Yang bisa kami lakukan adalah memberikan edukasi melalui media massa, meningkatkan kewaspadaan untuk semua orang, mengingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh, dan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi media penyebaran virus,” ujarnya.

Diketahui, virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang tercemar, maupun melalui kontak erat dengan penderita, seperti paparan droplet saat batuk atau bersin. Risiko penularan meningkat jika mengonsumsi makanan yang tidak higienis, daging yang tidak dimasak sempurna, serta buah-buahan yang tidak dicuci bersih.

Virus ini juga berbahaya karena gejala awalnya sering menyerupai penyakit ringan, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan muntah. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat hingga radang otak (ensefalitis) yang berisiko fatal.

Riduan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengikuti arahan dan informasi resmi dari instansi kesehatan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, dan mengikuti informasi resmi dari instansi kesehatan,” tutup Riduan. nws