Spirit Kalteng

8 Warga Kalampangan Terjangkit DBD, Dinkes Perkuat Pengendalian

153
×

8 Warga Kalampangan Terjangkit DBD, Dinkes Perkuat Pengendalian

Sebarkan artikel ini
8 Warga Kalampangan Terjangkit DBD, Dinkes Perkuat Pengendalian
ANTISIPASI-Fogging yang dilakukan di Kalampangan, Rabu (20/1) lalu, upaya Dinkes Palangka Raya cegah penyebaran DBD. FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah kawasan permukiman Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengambil langkah cepat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pengasapan atau fogging massal untuk menekan penyebaran nyamuk penular penyakit.

Data Kelurahan Kalampangan mencatat, hingga saat ini terdapat delapan warga yang terkonfirmasi terjangkit DBD. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis dan berada dalam pengawasan tenaga kesehatan guna mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palangka Raya Hendy Fahlevi Diputra mengatakan, kasus DBD tidak hanya muncul di satu wilayah. Sejumlah kelurahan lain juga melaporkan temuan serupa, meski jumlahnya relatif lebih rendah.

“Kasus DBD ini tersebar di beberapa wilayah seperti Kalampangan, Menteng, dan Langkai. Meskipun tidak semuanya signifikan, wilayah Kalampangan dan kawasan Jalan Mendawai memang menjadi fokus utama kami saat ini karena jumlahnya yang agak banyak,” katanya, Rabu (28/1).

Ia menjelaskan, secara umum situasi masih dapat dikendalikan. Di sebagian besar wilayah, kasus DBD hanya ditemukan satu hingga dua orang. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Biasanya DBD itu terjadi saat pancaroba atau peralihan musim kemarau ke hujan. Kondisi panas dan hujan yang silih berganti menciptakan lingkungan yang sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” imbuhnya.

Di sisi lain, Lurah Kalampangan Yunita Martina menekankan bahwa fogging bukanlah solusi jangka panjang. Menurutnya, pengasapan hanya efektif membasmi nyamuk dewasa, namun tidak menyentuh jentik yang berkembang di lingkungan sekitar.

Maka dari itu, ia pun mengajak warga untuk kembali menghidupkan budaya kerja bakti, membersihkan lingkungan, serta disiplin menerapkan pola hidup bersih melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Tujuan kita jelas, memastikan lingkungan warga bersih dan tidak ada genangan air yang menjadi tempat bertelur nyamuk. Harapannya, dengan kemandirian masyarakat, angka kasus DBD di wilayah Kalampangan tidak ada lagi,” pungkasnya. nws