Spirit Kalteng

Kodam XXII/TB Perkuat Disiplin Prajurit Lewat Operasi Gaktib dan Yustisi

150
×

Kodam XXII/TB Perkuat Disiplin Prajurit Lewat Operasi Gaktib dan Yustisi

Sebarkan artikel ini
Kodam XXII/TB Perkuat Disiplin Prajurit Lewat Operasi Gaktib dan Yustisi
PERKUAT DISIPLIN PRAJURIT-Foto bersama usai Apel Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” FOTO TABENGAN/M ADE

‎PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai menggelar Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” tersebut dilaksanakan di halaman Makodam XXII/TB, Palangka Raya, Jumat (13/2/2026)

‎Upacara dipimpin langsung Kapoksahli Pangdam XXII/TB, Brigjen TNI Budhi Utomo, serta dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, jajaran Polda Kalteng, Dinas Perhubungan, Kanwil Jasa Raharja, Kejaksaan Tinggi, pejabat utama Kodam XXII/TB, dan instansi terkait lainnya.

‎Dalam amanatnya, Brigjen TNI Budhi Utomo menegaskan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan agenda rutin yang bertujuan meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta penegakan tata tertib prajurit dan PNS TNI secara profesional.

‎“Operasi rutin ini bertujuan meminimalisir pelanggaran, memastikan ketaatan hukum, serta mencegah penyalahgunaan kewenangan TNI demi mewujudkan TNI Prima yang berwibawa. Ini langkah strategis agar setiap prajurit dan PNS TNI senantiasa menjunjung tinggi disiplin, taat hukum, serta menjaga profesionalisme,” ujarnya.

‎Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Operasi Gaktib tahun 2025, jumlah pelanggaran tercatat menurun dibandingkan 2024, dari 456 kasus menjadi 432 kasus atau turun 5,62 persen. Sementara pada Operasi Yustisi, perkara yang ditangani menurun signifikan dari 925 kasus menjadi 459 kasus atau turun 40,6 persen.

‎Meski demikian, ia mengingatkan seluruh personel prajurit agar tidak lengah dan terus meningkatkan kualitas pengawasan serta penegakan hukum di lingkungan TNI. Peningkatan kemampuan menghadapi perkembangan teknologi, khususnya dalam pencegahan dan penindakan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra institusi, menjadi perhatian utama.

‎“Hari ini kita menyelenggarakan Operasi Gaktib dan Yustisi serentak di jajaran TNI di wilayah NKRI. Fokus utama adalah pemberantasan pelanggaran hukum anggota, seperti judi online, pinjaman online ilegal, serta pelanggaran etika di media sosial,” tegasnya.

‎Ia berharap tidak ada prajurit TNI yang mengalami kerusakan ekonomi maupun keluarga akibat pelanggaran hukum, apalagi hingga mencoreng martabat institusi.

‎“Kita sudah memiliki Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. Itulah kewajiban dan komitmen kita sehari-hari. Jika dilaksanakan dengan baik dan benar, prajurit akan terhindar dari pelanggaran hukum,” tambahnya.

‎Budhi Utomo juga menekankan pentingnya optimalisasi modernisasi alat, peralatan, serta sarana prasarana teknologi informasi guna mempercepat penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan.

‎“Prajurit Polisi Militer TNI tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang luas,” tegasnya.

‎Selain itu, sinergi dan kesamaan persepsi dengan aparat penegak hukum lainnya harus terus diperkuat guna menghindari gesekan di lapangan dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum.

‎Sebagai penekanan akhir, ia mengingatkan seluruh prajurit Polisi Militer untuk bekerja dengan niat ibadah, loyal, tulus, dan ikhlas. Prajurit diminta memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan profesionalisme.

‎“Disiplin bagi prajurit adalah nafas, harga mati yang tidak bisa ditawar. Para komandan satuan harus melaksanakan pengawasan melekat kepada bawahannya agar tidak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

‎Prajurit juga diharapkan responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dini, cegah dini, dan reaksi cepat. Prajurit diminta tetap solid, kompak, integratif, dan sinergis bersama seluruh komponen bangsa tanpa arogansi, serta senantiasa menjaga kepercayaan rakyat.

‎Di era modernisasi pertahanan, prajurit TNI juga didorong untuk kreatif dan inovatif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung penguatan institusi, sekaligus adaptif dan fleksibel dalam pelaksanaan tugas di tengah masyarakat. mak/redfwa