PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya menyampaikan kondisi atmosfer secara umum pada Jumat, 13 Februari 2026, menunjukkan potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Neng Arini menjelaskan, kondisi cuaca di Kalteng umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun demikian, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah.
“Secara umum cuaca berawan hingga hujan ringan. Namun terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, suhu udara di wilayah Kalteng berkisar antara 23°C hingga 32°C, dengan kelembapan udara relatif tinggi yakni antara 65% hingga 100%. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan-awan hujan.
Untuk arah angin, secara umum bertiup dari Selatan hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 – 20 km/jam.
Secara dinamika atmosfer, BMKG mendeteksi adanya aktivitas gelombang Kelvin yang aktif secara spasial di wilayah Kalteng. Selain itu, terpantau pula adanya daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah tersebut.
“Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah Kalimantan Tengah. Didukung oleh kelembapan udara yang cukup basah serta labilitas lokal yang kuat, proses konvektif pada skala lokal semakin menguat sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan,” jelasnya.
Sementara itu, tekanan udara di wilayah Indonesia secara umum berada pada kisaran 1006 hingga 1016 hPa. Angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Tenggara, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan bertiup dari arah Selatan hingga Timur Laut.
BMKG mengidentifikasi sejumlah wilayah di Kalteng yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung. Selain itu, warga juga diminta berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
“Kami mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. dte





