PENDIDIKAN

INOVASI “NYALAGAMES”-Ruliyani Raih Emas Nasional Olympic Ahmad Dahlan VIII

138
×

INOVASI “NYALAGAMES”-Ruliyani Raih Emas Nasional Olympic Ahmad Dahlan VIII

Sebarkan artikel ini
INOVASI “NYALAGAMES”-Ruliyani Raih Emas Nasional Olympic Ahmad Dahlan VIII
OLYMPICAD-Guru SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya Ruliyani saat mengikuti OlympicAD 2026 di Makasar baru-baru ini. FOTO TABENGAN/RULIYANI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kalimantan Tengah (Kalteng). Ruliyani MPd, guru Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya, berhasil meraih medali emas dengan nilai tertinggi 95,875 peringkat pertama nasional, pada cabang lomba inovasi pembelajaran guru tingkat SMA/MA/SMK dalam Olympic Ahmad Dahlan VIII, yang berlangsung pada 12-14 Februari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan kompetitif, tetapi juga menjadi pengakuan nasional terhadap kualitas intelektual, kedalaman konsep, serta konsistensi profesional Ruliyani dalam membangun pembelajaran yang bermakna.

“Prestasi ini menegaskan bahwa inovasi yang dirancang dengan landasan akademik kuat, dan keberpihakan pada kebutuhan siswa mampu memperoleh legitimasi di tingkat nasional,” ujar Ruliyani.

Inovasi yang membawanya ke puncak prestasi diberi nama “Nyalagames: Gamifikasi Asesmen Formatif Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Kalteng.” Ide ini lahir dari keprihatinan terhadap praktik asesmen, yang kerap menimbulkan tekanan psikologis.

Ruliyani merancang sistem pembelajaran berbasis gim dengan misi, tantangan, level, dan umpan balik digital secara waktu nyata.

“Melalui pendekatan ini, asesmen tidak lagi diposisikan sebagai ruang yang menakutkan, tetapi bertransformasi menjadi pengalaman reflektif yang membangun keberanian berpikir, memperkuat literasi kritis, dan menumbuhkan kesadaran belajar,” kata mahasiswi magister universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Nyalagames mengintegrasikan teknologi digital dengan kearifan lokal Kalteng, serta nilai-nilai keislaman berkemajuan. Dengan demikian, pembelajaran tetap berakar pada identitas lokal, sekaligus relevan dengan kebutuhan generasi digital.

Implementasi inovasi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa, kualitas argumentasi, dan sikap terhadap asesmen. Siswa menjadi lebih berani mencoba, tidak takut salah, dan lebih aktif berpikir kritis. Sistem umpan balik digital yang terintegrasi juga membantu guru menganalisis capaian belajar secara presisi, sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan tepat sasaran.

Vice President Product, Wildan Ibnu C, menilai, Nyalagames memiliki fondasi konseptual yang kokoh, relevansi pedagogis yang kuat, dan potensi pengembangan luas di ekosistem pendidikan digital.

Dedikasi Ruliyani tercermin dari berbagai kegiatan pengimbasan, termasuk sebagai guru model pada Open Class Implementasi Pembelajaran Mendalam di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya, dan kegiatan serupa bersama guru-guru se-Kota Palangka Raya di BGTK Kalteng.

Ia juga aktif di mata kuliah Problematika dan Inovasi Pembelajaran di Universitas Muhammadiyah Malang, menjadi narasumber MGMP Bahasa Indonesia SMP se-Kota Palangka Raya, dan berpartisipasi di Komunitas PENA.

Inovasi Nyalagames telah memperoleh perlindungan hak cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI, sebagai pengakuan terhadap karya orisinal yang autentik dan terstruktur.

“Pendidikan yang bermakna bukan sekadar tentang capaian nilai, melainkan tentang membangun peradaban,” tutup Ruliyani.jef/redded