SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Persoalan listrik dan akses pendidikan dasar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menjadi sorotan. Sedikitnya 25 desa di wilayah tersebut hingga kini masih belum teraliri listrik, belum termasuk sejumlah dusun yang juga mengalami kondisi serupa. Hal ini disampaikan anggota DPRD Kotim Langkap saat kunjungan anggota DPD RI Agustin Teras Narang beberapa waktu lalu di Kantor DPRD Kotim .
Dirinya mengaku prihatin karena hingga saat ini masih banyak desa yang hidup dalam keterbatasan penerangan.
“Saya baru saja mendampingi satu desa hari ini, dan faktanya masih ada 25 desa yang gelap. Belum lagi dusun-dusunnya. Listrik ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat saat ini,” ujarnya.
Ia berharap aspirasi masyarakat Kotim dapat diperjuangkan hingga ke tingkat pusat, khususnya melalui Komisi VII DPR RI yang membidangi energi. Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat sangat diperlukan agar target penyelesaian elektrifikasi di 25 desa tersebut bisa segera direalisasikan.
Selain persoalan listrik, ia juga menyoroti regulasi pendidikan, khususnya syarat masuk Sekolah Dasar (SD) yang mewajibkan anak telah menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak (TK). Di lapangan, masih ada desa yang belum memiliki fasilitas TK, namun anak-anaknya tetap diwajibkan memenuhi persyaratan tersebut untuk masuk SD.
Kondisi ini dinilai menyulitkan masyarakat, terutama bagi desa yang jaraknya cukup jauh dari fasilitas pendidikan. Bahkan ada anak yang harus menempuh jarak 12 hingga 13 kilometer untuk mencapai sekolah.
Tak hanya itu, persoalan sanitasi juga turut disinggung. Masih banyak warga yang belum memiliki akses terhadap fasilitas jamban layak. Dari ribuan warga yang membutuhkan, baru sebagian kecil yang mendapatkan bantuan.
“Data yang ada, masih ribuan yang membutuhkan, tapi yang terfasilitasi baru sekitar seribuan lebih. Ini tentu perlu perhatian serius,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat bersinergi untuk menyelesaikan persoalan listrik, pendidikan, dan sanitasi secara bertahap demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kotim. may/red





