Spirit Kalteng

BMKG: Sepekan Kalteng Masih Didominasi Hujan

263
×

BMKG: Sepekan Kalteng Masih Didominasi Hujan

Sebarkan artikel ini
BMKG: Sepekan Kalteng Masih Didominasi Hujan
PUNCAK MUSIM sepekan kalteng akan terus diguyur hujan. foto dokumen tabengan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama periode 10 hingga 16 April 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, menyampaikan bahwa potensi hujan masih cukup tinggi dalam sepekan ke depan.

“Diprediksi sebagian wilayah akan masih diguyur hujan dengan intensitas bervariasi selama satu minggu ke depan,” ujarnya saat di konfirmasi Tabengan, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, secara umum, kondisi cuaca di Kalteng didominasi berawan hingga hujan ringan. Namun demikian, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

“Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23°C hingga 32°C, dengan tingkat kelembapan udara antara 60% hingga 100%,” tambahnya.

Sementara itu, arah angin umumnya bertiup dari Timur hingga Barat Daya dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 15 km/jam. Kondisi ini dinilai turut memengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.

BMKG mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Kota Palangka Raya.

Ia juga menjelaskan, terdapat fenomena belokan angin serta perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalteng. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

“Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat juga mendukung proses konvektif pada skala lokal, sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan hujan,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan durasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, hingga angin puting beliung.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca tersebut, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

“Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi,” pungkasnya. dte/fwa-red