PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga di sekitar Jalan Temanggung Kenyapi, Kelurahan Langkai, dikejutkan dengan temuan benda mencurigakan di kawasan lahan kosong yang dinilai rawan terbakar.
Benda tersebut berupa ikatan bahan kering yang terdiri dari rumput dan daun kering, serta ditemukan pula sebatang besi dengan panjang lebih dari satu meter. Bentuk ikatan bahan kering itu diduga menyerupai alat yang dapat digunakan sebagai pemantik atau penyulut api.
Temuan tersebut pertama kali diketahui warga bernama Rinson (63) saat melakukan aktivitas membersihkan lahan miliknya pada Rabu (16/9/2026).
Rinson mengatakan, saat sedang menebas dan membersihkan lahan, dirinya melihat sebuah rintisan atau jalan kecil. Karena penasaran, ia kemudian mengikuti rintisan tersebut sambil mencari kayu.
“Pertama saya menemukan sebatang besi, panjangnya sekitar satu meter lebih. Setelah itu saya berjalan lagi, tidak jauh dari situ saya melihat ada gulungan rumput dan daun kering,” katanya.
Menurut Rinson, bentuk benda tersebut membuat dirinya curiga karena menyerupai sesuatu yang dapat digunakan untuk membakar. Atas temuan itu, ia kemudian memilih melaporkannya kepada lingkungan setempat agar warga meningkatkan kewaspadaan.
“Karena saya curiga makanya melaporkan ke RT agar masyarakat di sekitar sini bisa waspada,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Langkai M. Abidin membenarkan adanya laporan warga mengenai temuan tersebut. Laporan disampaikan melalui lingkungan RT setelah warga menemukan dan mendokumentasikan benda yang dinilai mencurigakan.
“Betul, dapat dari warga kami dan melaporkan kepada RT bahwa mereka menemukan barang seperti ini yang diduga dipersiapkan untuk membakar,” ujarnya.
Meski demikian, Abidin menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan bahwa benda tersebut benar-benar digunakan atau dipersiapkan untuk melakukan pembakaran. Temuan itu masih sebatas dugaan sehingga perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.
“Belum bisa kami pastikan. Yang penting untuk sementara kami curigai terlebih dahulu. Dari bentuk barangnya, ada dugaan orang tersebut hendak melakukan pembakaran, tetapi kami belum menemukan siapa orangnya,” jelasnya.
Menurut Abidin, kewaspadaan masyarakat terhadap lahan kosong menjadi penting, terlebih kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar. Ia menyebut warga Kelurahan Langkai selama ini turut melakukan pemantauan terhadap lahan di sekitar permukiman.
“Alhamdulillah, warga kami selalu melakukan pemantauan terhadap lahan-lahan yang berada di sekitar rumah mereka. Mereka ikut menjaga dan mengawasi supaya terhindar dari bahaya api maupun kebakaran,” tuturnya.
Untuk tindak lanjut, pihak kelurahan akan melakukan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas guna mengecek lokasi tempat ditemukannya benda tersebut. Hal itu dilakukan karena hingga kini belum diketahui siapa pemilik atau pihak yang menempatkan benda tersebut.
“Untuk sementara mungkin secara internal dulu. Kami akan berkoordinasi melalui Bhabinkamtibmas. Nanti Pak Bhabin yang akan membantu mengecek lokasi dan melihat kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Abidin juga mengimbau masyarakat untuk tidak lengah terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar lahan kosong maupun kawasan yang rawan terbakar. Jika menemukan orang atau aktivitas yang mencurigakan, warga diminta segera melaporkannya kepada RT maupun aparat berwenang.
“Kami berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan. Kalau melihat orang atau aktivitas yang mencurigakan, khususnya di lahan kosong atau kawasan yang mudah terbakar, segera laporkan kepada RT maupun pihak berwenang,” pungkasnya. dte/fwa-red











