-
Ekobis

KABUT ASAP PEKAT-Belum Ada Pesawat Terbang dan Mendarat di Bandara Tjilik Riwut

294
×

KABUT ASAP PEKAT-Belum Ada Pesawat Terbang dan Mendarat di Bandara Tjilik Riwut

Sebarkan artikel ini
TIDAK ADA MENDARAT- Ilustrasi bandara Tjilik Riwut ditutup kabut asap. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap kembali menghambat aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (20/9/2026). Hingga menjelang siang, belum ada pesawat yang berhasil melakukan pendaratan akibat jarak pandang yang turun hingga sekitar 600 meter.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, mengatakan kondisi jarak pandang hingga pukul 11.00 WIB belum memungkinkan untuk mendukung aktivitas penerbangan.
“Jarak pandang sekarang kembali menurun hingga berada di kisaran 600 meter, sehingga belum memungkinkan untuk aktivitas penerbangan,” kata I Made kepada Tabengan, Minggu (20/9/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak terhadap rencana pergerakan pesawat pada hari tersebut. Berdasarkan jadwal, terdapat 14 pergerakan pesawat yang direncanakan, terdiri dari tujuh penerbangan kedatangan dan tujuh penerbangan keberangkatan.

Namun, keputusan terkait keberangkatan maupun kedatangan pesawat tetap berada pada pihak maskapai dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara.

“Kami di pengelola bandara tetap mengikuti skenario dan keputusan dari teman-teman maskapai,” ujarnya.

I Made menegaskan, terganggunya aktivitas penerbangan bukan disebabkan Bandara Tjilik Riwut ditutup. Menurutnya, bandara tetap beroperasi dan seluruh fasilitas penerbangan dalam kondisi siap digunakan.
“Secara prinsip, bandara tidak pernah ditutup dan tetap beroperasi secara normal. Kendala utama saat ini murni karena keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap,” jelasnya.

Ia mengatakan kesiapan operasional bandara tetap dijaga, termasuk tiga pilar utama yang meliputi people atau petugas, process atau prosedur, serta premises yang mencakup fasilitas terminal dan landasan pacu.

Seluruh unsur tersebut, kata I Made, tetap dalam kondisi siaga untuk mendukung operasional penerbangan. Sementara pelaksanaan penerbangan menyesuaikan dengan kondisi jarak pandang dan keputusan keselamatan dari masing-masing maskapai.

Gangguan akibat kabut asap juga terjadi pada operasional penerbangan sehari sebelumnya, Sabtu (19/9/2026). Dari total 17 rencana pergerakan pesawat, hanya empat pergerakan yang terealisasi.

Empat pergerakan tersebut terdiri dari dua penerbangan kedatangan dan dua keberangkatan. Sementara 10 penerbangan lainnya dinyatakan batal atau cancel akibat kondisi yang tidak memungkinkan untuk penerbangan.

Penerbangan yang tetap dapat beroperasi pada Sabtu seluruhnya berasal dari maskapai Citilink. Pesawat tersebut melayani rute Surabaya–Palangka Raya pulang-pergi (PP) dan Jakarta–Palangka Raya pulang-pergi (PP).

Pesawat Citilink tercatat berhasil mendarat di Bandara Tjilik Riwut sekitar pukul 14.48 WIB dan kembali melakukan penerbangan sekitar pukul 16.00 WIB.

Kondisi kabut asap yang kembali menurunkan jarak pandang tersebut membuat operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut masih sangat bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer. Pengelola bandara bersama maskapai terus melakukan pemantauan sebelum menentukan pelaksanaan setiap penerbangan. rmp/rca-red

 

-
-
-