-
DPRD KAPUAS

Thosibae Prihatin Ada Warga Meninggal saat Padamkan Karhutla

41
×

Thosibae Prihatin Ada Warga Meninggal saat Padamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Thosibae Limin, Anggota DPRD Kapuas
-

KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Thosibae Limin, menyampaikan rasa prihatin dan turut berduka cita atas meninggalnya seorang warga Handel Panamas, Kelurahan Panamas, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, yang diduga meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran lahan miliknya.

Korban diketahui bernama Sabrianto (58). Berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga mengalami kelelahan dan menghirup asap saat berusaha memadamkan api secara mandiri di lahan perkebunannya yang terbakar.

“Sebagai wakil rakyat, kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa warga Handel Panamas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Thosibae Limin, anggota DPRD Kapuas dari Daerah Pemilihan (Dapil) Selat, Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berupaya memadamkan api yang membakar lahan perkebunannya bersama sang istri. Upaya tersebut dilakukan secara mandiri tanpa melaporkan kejadian itu terlebih dahulu kepada pihak terkait.

Saat berusaha mengendalikan api, korban diduga mengalami kelelahan. Kondisi lingkungan yang dipenuhi asap juga diduga memperburuk keadaan hingga korban dilaporkan tumbang dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa ini menjadi perhatian bersama, terutama di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas.

Menanggapi kejadian tersebut, Thosibae mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan diri saat menghadapi kebakaran lahan. Ia mengimbau warga agar tidak berupaya memadamkan api seorang diri, terlebih ketika kondisi lingkungan dipenuhi asap tebal dan cuaca panas yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa.

Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri melakukan pemadaman apabila situasi sudah membahayakan. Jika menemukan kebakaran lahan, warga sebaiknya segera melaporkannya kepada petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan oleh personel yang memiliki peralatan memadai.

Selain itu, koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat keamanan, dan pihak terkait lainnya perlu terus diperkuat untuk mendukung upaya pencegahan serta penanganan karhutla.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan masyarakat selalu berhati-hati saat menghadapi kebakaran lahan,” pesannya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya memadamkan api, tetapi juga harus mengutamakan perlindungan dan keselamatan warga di sekitar lokasi kebakaran.hr/gie-red

-
-
-