-
Hukrim

Diduga Tak Bisa Berenang, Bocah Kelas 5 SD Tenggelam di Sungai Kahayan, Pencarian Terkendala Air Keruh dan Kedalaman Sungai Capai 9 Meter

34
×

Diduga Tak Bisa Berenang, Bocah Kelas 5 SD Tenggelam di Sungai Kahayan, Pencarian Terkendala Air Keruh dan Kedalaman Sungai Capai 9 Meter

Sebarkan artikel ini
-

Foto : Foto : Petugas gabungan bersama relawan melakukan pencarian korban yang diduga tenggelam di bawah Jembatan Sungai Kahayan, Palangka Raya, Sabtu (7/11/2026). Foto/Tabengan/Dirmantio

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang anak yang masih duduk dibangku kelas 5 SD, berinisial ADN (11) dilaporkan tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan tepatnya dibawah Jembatan Kahayan, Kota Palangka Raya pada Sabtu (7/11/2026) siang. Hingga Sabtu sore, korban belum ditemukan meski tim gabungan Search and Rescue (SAR) telah melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pencarian berlangsung dengan melibatkan sejumlah personel gabungan. Petugas menyisir kawasan perairan Sungai Kahayan menggunakan sarana pencarian, sementara sejumlah personel lainnya bersiaga dan melakukan pemantauan di sekitar lokasi.

Namun, upaya pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi air sungai yang keruh dengan jarak pandang hampir nol menjadi kendala utama bagi penyelam untuk melihat kondisi di bawah permukaan air.

Suasana semakin terasa haru ketika waktu mulai sore. Keluarga korban dan warga yang berada di lokasi menanti kabar mengenai keberadaan korban yang masih belum diketahui.

Koordinator Lapangan Tim Gabungan SAR, Jurmiah, mengatakan, pihaknya menerima informasi kejadian dari relawan sekitar pukul 14.10 WIB. Setelah mendapatkan laporan, tim langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melakukan pencarian.

“Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung berkoordinasi dengan unsur-unsur yang ada di lapangan untuk melakukan pencarian,” katanya saat diwawancarai wartawan.

Ia menjelaskan, pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kota Palangka Raya, Polsek Pahandut, Koramil, serta sejumlah relawan dan masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima tim, korban diduga datang ke lokasi untuk mandi dan berenang bersama teman-temannya. Namun, saat berada di sungai, korban tiba-tiba tenggelam.

Teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Bahkan, dalam kejadian tersebut, terdapat anak lain yang juga sempat mengalami kondisi serupa, tetapi berhasil diselamatkan oleh warga sekitar.

Jurmiah menambahkan, keluarga juga tidak mengetahui bahwa korban pergi mandi ke lokasi tersebut. Bahkan, korban disebut belum pernah mendatangi kawasan itu sebelumnya dan diduga hanya ikut bersama teman-temannya.

“Informasinya, korban berenang bersama teman-temannya. Keluarganya juga tidak tahu kalo anaknya kesini dan sebelumnya juga tidak pernah kesini,” ungkapnya.

Dalam proses pencarian, tim mengerahkan penyelam dengan sejumlah peralatan pendukung. Namun, kondisi air yang memiliki jarak pandang sangat terbatas membuat proses penyisiran di bawah permukaan sungai cukup sulit dilakukan.

Selain itu, kedalaman sungai juga menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan perkiraan petugas, kedalaman air di bagian tengah mencapai sekitar sembilan meter. Sementara di bagian pinggir relatif dangkal, tetapi kondisi dasar sungai menurun cukup curam ketika menuju bagian tengah.

Sesuai prosedur operasional standar (SOP), pencarian dilakukan hingga pukul 17.00 WIB. Mengingat kondisi pencahayaan dan situasi di lapangan, pencarian kemudian dihentikan sementara.

Meski demikian, personel SAR dan BPBD tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk melakukan pemantauan. Apabila terdapat informasi mengenai keberadaan korban, petugas siap menindaklanjuti.

“Untuk sore ini pencarian sementara kami hentikan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan personel masih bersiaga di lokasi. Rencananya pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” pungkasnya. dte

 

 

 

 

-
-
-