PALANGKA RAYA/tabengan.co.id-Masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya umat Nasrani, tengah memperingati wafatnya Yesus Kristus atau yang sering disebut sebagai Jumat Agung. Perayaan itu juga bersamaan dengan hari kebangkitan, yang juga kerap disebut sebagai Hari Paskah.
Di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, berbagai tradisi dalam menyambut dan merayakan peringatan Paskah tersebut, dilakukan dengan ragam cara. Masih seperti yang dulu-dulu, umat Kristiani biasanya akan melakukan ziarah ke makam keluarga, teman atau saudara mereka di sejumlah titik di kota tersebut.
Misalnya saja seperti di Tempat Pemakaman Umum Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, TPU Km 12 atau juga di Jalan Matal kawasan Kereng Bangkirai.
Dari pantauan di lapangan, banyak masyarakat yang datang ke lokasi pemakaman tersebut. Di kawasan pemakaman seperti di Jalan Matal ataupun lainnya, tampak sejumlah penjual bunga tabur dadakan yang ikut mengais rejeki.
Jelas saja, bunga-bunga yang ditempatkan dalam plastik bening biasa itu, laris manis karena memang diperuntukkan sebagai taburan bagi makam keluarga terdekat. Tidak hanya bunga, namun juga lilin hingga makanan ringan tersedia bagi para penziarah yang datang ke pemakaman.
Artinya jikalau si penziarah lapar dan haus, tidak perlu takut karena segala macam makanan akan tersedia. Mulai dari bakso, soto, pentol hingga makanan ringan lainnya. Tidak lupa juga, biasanya di area pemakaman seperti di Km 12, dilakukan pemutaran film Passion Of Christ, yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
Selain itu, tradisi bersih-bersih makam, meletakkan lilin dan taburan bunga masih dilakukan warga. Bahkan ada beberapa yang ikut bermalam di pemakaman, sembari bersantai dan bercengkerama dengan family lainnya. Di Jumat Agung-nya, sore hari juga dipenuhi kembali masyarakat untuk melakukan ibadah bersama dalam memperingati perayaan satu tahun sekali tersebut.
Menurut salah seorang warga setempat bernama Rendra, dirinya memang datang ke pemakaman saudaranya tidak hanya satu tahun sekali saja.
“Ini karena memang momentnya jatuh di Hari Paskah, dan saya bersama keluarga lain melakukan bersih-bersih agar makamnya terlihat bagus dan tentunya bersih juga,” ucapnya.
Hal yang sama juga dilakukan Rory yang rutin ke pemakaman sang istri di Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya.
Dirinya bersama family lain juga melakukan bersih-bersih serta berziarah di pemakaman tersebut. “Saya memang setiap sore ke makam, namun karena hari ini Jumat Agung, ada juga keluarga lain yang menggelar ibadah bersama di pemakaman ini,” ujar suami dari mendiang Susiana Puspitawatie atau yang kerap dikenal sebagai lady rocker Kalteng tersebut. drn
Bersih Makam dan Ziarah Masih Jadi Tradisi di Paskah 2022











