-
Kotawaringin Barat

Banjir, Bantuan Beras Hanya 4 Kg/KK

41
×

Banjir, Bantuan Beras Hanya 4 Kg/KK

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANTINI BANJIR- Kondisi banjir di wilayah Kobar. 
-

*Banjir Palangka Raya Bergeser ke Pulpis

*Sekolah di Jabiren Raya Diliburkan

*12 Ha Lahan Pertanian di Kobar Terendam

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Bencana banjir yang melanda Kota Palangka Raya mulai reda. Air yang merendam sejumlah titik lokasi banjir berangsur surut. Namun, bukan berarti hilang begitu saja. Air banjir kiriman kini bergeser ke wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

“Kondisi banjir per hari ini sudah mulai surut. Pada 13 kelurahan yang terdampak, ketinggian air secara konstan turun antara 5 hingga 10 cm. Saat ini rata-rata yang tergenang masih jalan-jalan lingkungan dan tidak sampai masuk ke dalam rumah. Alhamdulillah debit air terus alami penurunan,” kata Emi Abriyani, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Senin (21/9).

Dijelaskan, penyebab penurunan debit air karena daerah hulu, seperti Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan, curah hujannya sudah mulai turun dan ketinggian air sungai turut menurun. Sehingga air yang mengalir melintasi Kota Cantik, tidak sebanyak pekan lalu. Air pun langsung mengalir ke kawasan hilir di Kabupaten Pulang Pisau.

“Hujan seharian kemarin dan prediksi akan hujan beberap hari ke depan, kami imbau masyarakat tetap waspada. Air masih berpotensi kembali naik. Amankan barang berharga dan peralatan elektronik, agar tak terkena air. Juga karena hujan sekarang diikuti angin kencang, berhati-hatilah saat berteduh di dekat pohon, karena kerawanan pohon tumbang juga meningkat,” imbaunya.

Meskipun saat ini sudah ada 4.683 KK, 16.767 jiwa dan 4.075 rumah yang terdampak banjir, namun penetapan status siaga banjir di Kota Palangka Raya masih berproses.

Sekolah Diliburkan

Meningkatnya debit air sepekan terakhir mengakibatkan banjir di Desa Tanjung Taruna dan Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Akses jalan utama menuju kedua desa tersebut terendam dengan ketinggian air 1-1,5 meter, yang mengakibatkan proses belajar mengajar bagi peserta didik terpaksa diliburkan.

Kepala Desa Tanjung Taruna Kecamatan Jabiren Raya Pisau Andi Irawan, Selasa (20/9) sore, mengungkapkan, banjir yang merendam desanya menyebabkan terganggunya aktivitas penduduk,  baik proses belajar mengajar,  sosial budaya, serta lumpuhnya perekonomian masyarakat desa setempat secara total.

Dikatakan Andi, secara terperinci fasilitas yang terdampak akibat banjir antara lain fasilitas kesehatan ada 2 Pustu, 1 Puskesdes, dan Posyandu. Fasilitas pendidikan meliputi gedung PAUD, gedung TP-KA, 3 gedung Sekolah Dasar (SD) dan 1 gedung SMP, serta fasilitas tempat ibadah yakni 2 masjid, 2 musala, dan 2 gereja.

Sedangkan fasilitas pelayanan umum yang ikut terendam adalah kantor desa, balai desa, dan gedung pertemuan desa. Banjir juga merendam 2 rumah milik warga. Menurut data yang terhimpun oleh pemerintah desa setempat, ada sebanyak 236 KK dengan jumlah 810 jiwa, ditambah 68 balita, 55 lansia terdampak banjir, serta 164 jiwa mengungsi di tempat yang lebih aman.

Pemerintah desa berharap segera adanya bantuan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait, berupa logistik dan sarana pendukung lainnya sebagai upaya antisipasi kondisi terburuk. Mengingat semakin meningkatnya intensitas hujan dan meluapnya debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan terus mengalami peningkatan.

Senada, Kepala Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya Lily mengatakan, banjir yang melanda sepekan terakhir telah merendam akses jalan utama sepanjang 1,5 kilometer menuju desa. Jalan tersebut tidak bisa dilalui baik roda 2 maupun roda 4, transportasi yang bisa digunakan hanya perahu tradisional atau kelotok.

Dikatakan Lily, ketinggian debit air di wilayah desanya  saat ini mencapai 1 meter. Secara terperinci sebanyak 337 KK terdampak, 6 rumah warga di RT.003, banjir juga merendam kebun sayuran dan buah-buahan sehingga mengakibatkan gagal panen.

Bantuan Beras Seadanya

Akibat banjir di Desa Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, 12 hektare lahan pertanian milik masyarakat tidak bisa diselamatkan. Di tengah keprihatinan akibat banjir dan gagal panen, bantuan beras dari Pemerintah Kabupaten Kobar hanya 4 kg/KK.

Kepala Desa Kumpai Batu Bawah Bambang Silih Warno mengatakan, banjir kali ini sangat besar dari banjir sebelumnya. Bahkan, warga desa yang bermata pencaharian sebagai petani harus elus dada, karena tanamannya tidak bisa diselamatkan.

“Kami ini terus terang saja bingung membagikan bantuan beras yang kami terima hanya 3 ton, sementara total kepala keluarga yang terdampak sebanyak 728 KK, sehingga kami putuskan untuk setiap KK mendapatkan 4 kg saja. Padahal saat ini di tengah banjir dan gagal panen, bantuan sembako sangat dibutuhkan,” kata Bambang kepada Tabengan, Rabu (21/9).

Menurut Bambang, saat banjir datang, warga desa yang bercocok tanam seperti tanaman sawi, daun bawang, cabai, tomat, tidak sempat diselamatkan lagi, sehingga warga mengalami kerugian yang begitu besar.  Hampir semua lahan pertanian di Desa Kumpai Batu Bawah terendam banjir.

Sementara itu, Kepala BPBD Kobar Syahruni melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Martoqi menjelaskan, saat ini wilayah yang terdampak banjir tinggal 4  kecamatan, yakni Kecamatan Arut Utara, Arut Selatan, Kotawaringin Lama dan Kecamatan Kumai. Sementara untuk kecamatan Pangkalan Banteng sudah hijau atau sudah surut.

Penjabat Bupati Kobar Anang Dirjo melaporkan bahwa ada 8 titik banjir di ruas Jalan Ahmad Saleh dari Pangkalan Bun ke Kotawaringin Lama yang terendam banjir, tampaknya bertambah tinggi. Hal ini yang menyebabkan pengendara kesulitan untuk melewati jalan tersebut.

Menurut Anang, ruas jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang merupakan kewenangan Provinsi Kalimantan Tengah sehingga Pemerintah Kobar hanya melaporkan kondisi jalan tersebut.

“Sudah kami sampaikan ke gubernur terkait 8 titik jalan yang terendam banjir, karena ruas jalan itu merupakan kewenangan Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Pj Bupati Kobar.

Menurutnya, dengan dilaporkan kondisi jalan yang terendam banjir tersebut nantinya bisa ditangani oleh Pemprov. Termasuk perbaikan jalan agar tak kebanjiran lagi. rgb/c-uli/c-mye

-
-
-