PENDIDIKAN

Tim Peneliti LPPM UPR dan DPMD Pulpis Seminar Akhir Kajian Pengembangan BUMDes Berkelanjutan

12
×

Tim Peneliti LPPM UPR dan DPMD Pulpis Seminar Akhir Kajian Pengembangan BUMDes Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Tim Peneliti LPPM UPR dan DPMD Pulpis Seminar Akhir Kajian Pengembangan BUMDes Berkelanjutan
BERSAMA- Foto bersama Tim Peneliti LPPM UPR dan DPMD Pulpis saat seminar akhir Kajian Pengembangan dan Penguatan Potensi BUMDes yang Berkelanjutan, di Gedung Aula Banama Tingang, Pulpis. ISTIMEWA

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID– Dalam rangka memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan, Tim Peneliti LPPM Universitas Palangka Raya (UPR) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mengadakan seminar akhir Kajian Pengembangan dan Penguatan Potensi BUMDes yang Berkelanjutan, di Gedung Aula Banama Tingang, Pulpis.

Seminar ini bertujuan memberikan wawasan strategis terkait potensi dan tantangan yang dihadapi BUMDes di Kabupaten Pulpis, serta rekomendasi untuk pengembangan yang lebih efektif. Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pulpis Tony Harisinta SE MSi, Kepala DPMD Pulpis Herman Wibowo SIP MM, Andrianto SE MM Kabid UEM, TTG dan SDA DPMD, serta tim peneliti dari Universitas Palangka Raya yang diketuai oleh Dr Roby Sambung SE MM (bidang Keahlian MSDM dan Kewirausahaan), bersama anggota tim Dr Vivy Kristinae SE MSi (Bidang Keahlian Marketing dan Kewirausahaan), Ani Mahrita SE MSc (Bidang Keahlian Keuangan), Erwin Prasetya Toepak SSi MSi (Bidang Keahlian Kimia), serta pendamping peneliti Jonathan Giovanni SSi MM, Ryan Sidiq Prakoso SE MM, dan John Budiman Bancin SPd MM. Selain itu, acara ini juga dihadiri kepala desa dan perwakilan BUMDes dari Kecamatan Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala.

Dalam sambutannya, Kepala DPMD Pulips Herman Wibowo menegaskan, BUMDes memegang peran penting dalam menunjang perekonomian desa. Dengan adanya program pemerintah, seperti program makan siang bergizi untuk anak-anak yang diprakarsai oleh Presiden, BUMDes diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pelaksanaannya di desa-desa.

“BUMDes harus dapat berfungsi sebagai lembaga yang tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menjalankan usahanya secara mandiri,” ujar Herman.

Sekretaris Daerah Tony Harisinta juga menyampaikan bahwa kajian ini merupakan langkah awal dari program jangka panjang dalam pengelolaan BUMDes di Pulpis.

“Kajian ini membuka wawasan kita mengenai keadaan BUMDes yang ada di Pulang Pisau. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau siap mendukung pengembangan BUMDes dengan regulasi yang lebih baik dan alokasi penyertaan modal di tahun 2025,” tegas Tony.

Hasil Kajian dan Rekomendasi Pengembangan BUMDes

Dr Roby Sambung, dalam presentasi hasil kajian, memaparkan bahwa kajian ini berfokus pada dua kecamatan di Pulpis, Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala. Kedua kecamatan ini dipilih karena kedekatannya dengan perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut, sehingga memiliki potensi besar untuk menjalin kemitraan dalam pengembangan BUMDes. Namun, tim peneliti juga mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang dihadapi oleh BUMDes di dua kecamatan ini, yaitu lemahnya kemampuan manajerial dasar dari pengurus BUMDes, serta SDM secarcara umum, pendanaan yang minim, dan kurangnya kerjasama dengan sektor eksternal.

Dalam kajian ini, tim peneliti mengemukakan beberapa rekomendasi penting untuk pengembangan BUMDes di Pulang Pisau. Penguatan kelembagaan BUMDes menjadi hal yang sangat mendesak.

Tim menyarankan agar setiap BUMDes segera mendaftarkan badan hukumnya untuk memperkuat legitimasi dan mendukung pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel yang nanti akan didampingi oleh pihak Perguruan Tinggi dan pendamping desa. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan juga menjadi salah satu rekomendasi utama. Karena SDM faktor kunci agar BUMDes mampu membuatkan kelayakan usaha serta rencana bisnis, sehingga BUMDes memiliki peta usaha potensial ke depannya.

Tantangan lain yang dihadapi BUMDes adalah minimnya diversifikasi usaha dan kerja sama dengan sektor swasta. Banyak BUMDes yang masih mengandalkan satu jenis usaha yang membuat mereka rentan terhadap fluktuasi pasar. Karena itu, diversifikasi usaha menjadi langkah strategis yang harus diambil untuk meningkatkan ketahanan ekonomi BUMDes. Tim peneliti juga menekankan pentingnya membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta dan lembaga keuangan, untuk mendukung kelangsungan usaha BUMDes.

Sebagai bagian dari rekomendasi, kajian ini juga menunjukkan potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal di Pulpis. Sektor pertanian, perikanan, ekowisata, dan produk olahan lokal adalah beberapa sektor yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi unit usaha BUMDes yang menguntungkan. Tim peneliti juga menyoroti potensi besar dalam pengelolaan air bersih di daerah ini. Beberapa desa, seperti Desa Tanjung Perawan (Kahayan Kuala) dan Desa Balukon (Kahayan Tengah), memiliki sumber air yang melimpah, namun belum dikelola dengan baik.

Dengan pengelolaan yang tepat, potensi air bersih ini dapat dijadikan sumber pendapatan tambahan bagi BUMDes dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat desa. Salah satu ahli filterisasi air dari UPR memberikan rekomendasi dengan pengembangan sistem filterisasi air di daerah tersebut yang sewaktu-waktu bisa berubah dari tawar menjadi asin. Sehingga ke depannya disarankan untuk membuat pilot project untuk pengembangan air bersih yang dikelola oleh desa.

Komitmen Pemerintah Pulpis

Sebagai penutup, Sekda Pulpis kembali menekankan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan BUMDes melalui berbagai program dan kebijakan. Ia juga mendorong desa untuk tidak takut memulai kembali pengelolaan BUMDes dengan memanfaatkan potensi lokal. “Dengan regulasi yang tepat dan dukungan penuh dari pemerintah, kami menargetkan dalam lima tahun ke depan akan ada BUMDes yang menjadi model sukses bagi desa-desa lainnya,” tegasnya.

Seminar ini menegaskan peran BUMDes sebagai pilar ekonomi desa yang tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Pemkab Pulpis berkomitmen akan melakukan kerjasama dengan UPR untuk sebagai tindak lanjut kegiatan pengembangan BUMDes ini. Melalui kolaborasi dengan sektor pendidikan, pemerintah berharap dapat menyelenggarakan kelas bisnis bagi pengelola BUMDes, guna meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi dan usaha.

Semoga dengan langkah ini, BUMDes di Pulpis dapat berkembang menjadi lembaga yang tidak hanya menopang kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kalteng. ist