PEMKAB LAMANDAU

EKSPOR TENAGA KERJA-Gubernur: Kalteng Kaya SDA, Tak Perlu Kerja di Luar Negeri  

7
×

EKSPOR TENAGA KERJA-Gubernur: Kalteng Kaya SDA, Tak Perlu Kerja di Luar Negeri  

Sebarkan artikel ini
EKSPOR TENAGA KERJA-Gubernur: Kalteng Kaya SDA, Tak Perlu Kerja di Luar Negeri  
H Agustiar Sabran

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDGubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah harus sejalan dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kalteng, sehingga masyarakat mampu bekerja dan bersaing tanpa perlu bergantung pada kesempatan kerja di luar negeri.

Agustiar menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin masyarakat Kalteng menjadi tenaga kerja migran hanya karena keterampilan yang terbatas.

“Tenaga kerja kalau kami harapkan itu harus ada keahlian yang bawa ke sana. Jangan sampai mereka di sana jadi TKI karena tidak kuat keahlian. Misalnya hanya membantu rumah tangga dan sebagainya,” tegasnya, di Palangka Raya, Kamis (4/12).

Agustiar menekankan, masyarakat perlu dibekali keterampilan praktis untuk menghadapi peluang kerja masa kini.

“Itu contohnya menjahit, keahlian komputer kah, yang benar-benar punya marwah dan bermoral,” lanjutnya.

Menurut Gubernur, fokus pemerintah adalah menciptakan tenaga kerja yang mandiri dan mampu bersaing tanpa harus bergantung pada bekerja ke luar negeri.

“Kami ingin program kami sendiri, kenapa harus ke luar negeri. Ini sumber daya alam negeri kita di sini,” ucapnya.

Agustiar menekankan bahwa kekayaan flora, fauna, dan potensi alam lainnya harus menjadi dasar pendidikan dan vokasi di daerah.

“Banyak anak-anak Kalimantan Tengah kaya flora dan fauna, belajar bisa diri kita. Tapi kami kembali ingin apa, layanan kerja itu, selain itu punya keterampilan, punya keahlian, tapi sesuai dengan sosial budaya kita di sini,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kekayaan SDA semestinya menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

“Kekayaan sumber daya kita di sini tentunya kebutuhan di sini. Sumber daya alam akan diletakkannya tubuh kali kau emang garasikan kemarin sudah berkomplit kita kan belum manusia,” katanya.

Gubernur menyebutkan, banyak sektor pertanian dan perkebunan sebenarnya telah memberikan hasil tinggi, namun masyarakat belum optimal memanfaatkannya.

“Itu sebenarnya hasil dari pertanian itu 15–17 juta. Namun masyarakat tidak boleh akan hal itu,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalteng berencana memperkuat pendidikan vokasi berbasis keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan.

 

“Semoga dengan rencana kami nanti ada vokasi setara dengan hidup rumah. Satu, dua, tiga sampai gratis sekolahnya. Ada tempatnya dan nanti dikelola daripada hasil dengan sendirinya, sama dengan mencintai pekerjaan itu. Cepetan itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Agustiar menekankan pentingnya perguruan tinggi di Kalteng memiliki jurusan yang relevan dengan kekayaan SDAnya.

“Saya mengutamakan untuk mendirikan universitas yang seharusnya ada jurusan sesuai dengan SDA yang ada di Kalteng. Contohnya 5P: perikanan, pertambangan, perkebunan, pariwisata, dan perhutanan,” tegasnya.

Gubernur juga mengkritisi usulan yang menyarankan pengembangan pendidikan tersebut ditempatkan di daerah lain.

“Kementerian itu lebih pasnya di Jawa Barat, Jawa Timur, karena banyak manusianya, sumber daya alam yang tidak ada. Tapi di sini sumber daya alamnya banyak, kenapa tidak kita yang mengelolanya,” tandasnya.

Agustiar berharap penguatan pendidikan vokasi dan jurusan berbasis SDA mampu menciptakan generasi pekerja lokal yang mandiri, kreatif, serta berdaya saing tinggi. Dengan demikian, masyarakat memperoleh manfaat maksimal dari kekayaan alam daerahnya sendiri. ldw