PENDIDIKAN

Disdik dan Kemenag Perkuat Digitalisasi dan Literasi Keagamaan di Kalteng

19
×

Disdik dan Kemenag Perkuat Digitalisasi dan Literasi Keagamaan di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Disdik dan Kemenag Perkuat Digitalisasi dan Literasi Keagamaan di Kalteng
PERKUAT KEAGAMAAN- Plt Kadisdik Kalteng silaturahmi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng, Senin (8/12). FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperluas terobosan di bidang pendidikan melalui kolaborasi lintas lembaga. Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Muhammad Reza Prabowo melakukan silaturahmi sekaligus membahas kerja sama strategis dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalteng, Senin (8/12). Pertemuan ini mengarah pada penguatan digitalisasi pembelajaran hingga program literasi keagamaan bagi peserta didik.

Dalam pertemuan tersebut, Reza menegaskan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan saat ini telah menyentuh ruang belajar guru maupun peserta didik melalui pemanfaatan berbagai platform.

“Digitalisasi pembelajaran kini kita terapkan melalui Patihan Guru Online, Huma Betang Learning, hingga program unggulan Pena Kalteng. Di Patihan Guru Huma Betang, kita membangun budaya baru: pagi, siang, sore anak-anak belajar, sedangkan malam harinya giliran guru belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, lebih dari 10 ribu guru telah diwajibkan mengunggah modul pembelajaran ke platform digital, sehingga semua guru dari berbagai wilayah dapat saling bertukar materi.

“Guru di Sukamara bisa belajar materi dari Pangkalan Bun. Kita sudah sebarkan digitalisasi pembelajaran termasuk ke satuan madrasah, dan kami berharap ada hal-hal yang bisa kita laksanakan bersama,” jelasnya.

Reza menilai, upaya tersebut sejalan dengan program Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, khususnya mengenai literasi keagamaan melalui gerakan Literasi Kita Suci. Program ini ditujukan agar anak-anak memiliki kemampuan membaca kitab suci sesuai agama masing-masing.

“Pak Gubernur tidak ingin ada siswa lulus tetapi tidak bisa membaca kitab suci,” tegasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalteng Muhammad Yusi Abdhian menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Disdik Kalteng. Ia melihat inovasi digital dan peningkatan literasi keagamaan merupakan langkah penting dalam memajukan sumber daya manusia Kalteng.

“Kami sangat welcome untuk kemajuan pendidikan di Kalimantan Tengah. Program Bapak Gubernur luar biasa karena mengangkat harkat martabat SDM. Kurikulum cinta dari Kemenag dan digitalisasi pembelajaran Pemprov, semua itu dapat menguatkan semangat belajar dan menjadi modal besar untuk berkolaborasi,” ungkap Yusi.

Dalam kesempatan tersebut, Reza juga menyampaikan perlunya pelatihan guru agama, penyempurnaan database pendidikan madrasah, serta sinkronisasi status guru yang mengajar di MIN, MTs, dan MAN yang hingga kini masih bercampur antara Pemprov dan Kemenag.

“Ada guru pemprov yang mengajar di madrasah, ada yang vertikal Kemenag. Ini berpengaruh pada e-kinerja mereka, sehingga perlu sinkronisasi agar tidak bermasalah,” ucapnya.

Selain digitalisasi pembelajaran dan penguatan literasi keagamaan, Disdik Kalteng juga membuka peluang kolaborasi melalui program guru tamu. Konsepnya yakni guru Kemenag mengajar di SMA/SMK/SLB, sementara penyuluh agama dapat berperan sebagai pengajar mengaji di sekolah.

“Kita ingin tunjukkan bahwa kita bersinergi,” kata Reza. Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Disdik dan Kemenag dalam menciptakan pendidikan yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai keagamaan. Pemprov Kalteng menargetkan sinergi tersebut dapat mendukung transformasi pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai moral dan spiritual. ldw