PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kasus Super Flu di wilayah Kalteng. Seluruh kabupaten dan kota juga belum melaporkan temuan kasus serupa.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr. Suyuti Syamsul mengatakan, sampai sekarang tidak ada fasilitas pelayanan kesehatan yang melaporkan penemuan kasus Super Flu.
“Sampai saat ini belum ada sarana kesehatan yang melaporkan menemukan kasus seperti itu. Super Flu tidak berbeda dengan flu biasa kecuali pada kemampuannya menulari,” ujar dr. Suyuti Syamsul, di Palangka Raya, Senin (5/1).
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr. Riza Syahputra. Ia menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan kasus Super Flu dari seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.
“Kasus Super Flu belum ada laporan yang kami terima dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah,” jelas dr. Riza.
Menurut dr. Riza, Super Flu merupakan flu biasa yang mengalami mutasi, salah satunya jenis H3N2. Penyebabnya hampir sama dengan flu biasa, namun memiliki tingkat penularan yang lebih cepat.
“Super Flu adalah flu biasa yang bermutasi menjadi Super Flu (H3N2). Penyebabnya hampir sama dengan flu biasa, namun tingkat penularannya lebih cepat dan tingkat bahayanya juga lebih tinggi dibandingkan flu biasa,” tambahnya.
Meski belum ditemukan kasus, Dinas Kesehatan Kalteng tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Beberapa cara mengatasi dan mencegah Super Flu antara lain mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, menjaga jarak minimal dua meter dari orang yang sedang flu, serta memakai masker saat sakit atau berada di keramaian.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan 3M dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah penularan berbagai penyakit, khususnya penyakit menular saluran pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan 3M dan menjalankan PHBS sebagai langkah pencegahan utama,” tutup dr. Riza.
Sebelumnya dilansir dari laman Banjarbarupost Kalsel, Kalsel merupakan masuk dalam 3 provinsi tertinggi dengan temuan kasus Virus Super Flu tertinggi di Indonesia. Varian influenza A (H3N2) subclade K ini tercatat di 8 provinsi di Indonesia sejak pertama kali terdeteksi 25 Desember 2025. Mayoritas pasien merupakan kelompok usia anak dan perempuan.
Gejala Virus Super Flu umumnya muncul 3-4 hari setelah terpapar dan terasa lebih berat dibanding flu biasa. Orang tua diminta waspada jika anak mengalami: Demam tinggi mendadak, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot dan banda, sakit kepala hebat, lemas berlebihan, bersin-bersin, hidung berair atau tersumbat, sesak nafas atau nyeri dada (kasus berat), nyeri otot berkepanjangan dan kelelahan ekstrem. ldw





