Spirit Kalteng

7 Warga Mendawai Diduga Terjangkit DBD

252
×

7 Warga Mendawai Diduga Terjangkit DBD

Sebarkan artikel ini
7 Warga Mendawai Diduga Terjangkit DBD
CEGAH DBD-Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan meninjau langsung salah satu rumah warga di Jalan Mendawai Ujung, yang dilaporkan terdapat warga dengan keluhan demam diduga Demam Berdarah Dengue (DBD), sekaligus memberikan edukasi pencegahan, Jumat (23/1) sore. FOTO TABENGAN/DIRMANTIO

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menjadi perhatian masyarakat. Sedikitnya tujuh warga di kawasan permukiman padat penduduk dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Warga yang terdampak berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Mereka mengalami keluhan demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga pusing. Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir diduga menjadi salah satu faktor meningkatnya populasi nyamuk penyebab DBD.

Salah satu wilayah yang terdampak berada di kawasan Jalan Mendawai Ujung, Kelurahan Palangka, merupakan lingkungan permukiman yang padat penduduk serta perubahan cuaca yang tidak stabil dinilai mendukung berkembangbiaknya nyamuk.

Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis. Dari tujuh orang tersebut, tiga pasien telah menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang, sementara empat pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Total ada tujuh orang yang mengalami keluhan demam, nyeri otot, sakit kepala, dan pusing. Tiga orang sudah selesai dirawat dan diperbolehkan pulang, sedangkan empat orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan baru masuk siang hari ini,” ujar Riduan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Jumat (23/1) sore.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, ia langsung melakukan langkah pencegahan dini serta memberikan edukasi kepada masyarakat dan menginstruksikan puskesmas untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

“Kami langsung melakukan edukasi kepada masyarakat dan memerintahkan puskesmas untuk melakukan penyelidikan epidemiologi sebagai langkah awal penelusuran kasus,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan PE, pihaknya akan melanjutkan dengan pemeriksaan epidemiologi untuk memastikan potensi penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.

“Setelah penyelidikan epidemiologi, selanjutnya kami juga akan melakukan fogging di lapangan untuk memastikan apabila terdapat nyamuk atau jentik, permasalahan tersebut dapat segera ditangani,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian, Dinkes melalui Puskesmas Bukit Hindu juga menjadwalkan kegiatan pembersihan lingkungan. Selain itu, fogging atau pengasapan serta penyemprotan insektisida direncanakan akan dilaksanakan pada Senin mendatang di wilayah terdampak.

Riduan juga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu, terutama Kelurahan Palangka, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui RT setempat atau langsung mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami demam tinggi, muntah, sakit kepala, dan nyeri otot,” imbaunya.

Selain itu, masyarakat diminta aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur atau mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“Masyarakat juga kami minta untuk rutin membersihkan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, memperbanyak minum air putih, serta menguras tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk atau jentik,” pungkasnya. dte