Hukrim

Waspada! Uang Palsu Rp100.000 Beredar di Pulpis

493
×

Waspada! Uang Palsu Rp100.000 Beredar di Pulpis

Sebarkan artikel ini
Waspada! Uang Palsu Rp100.000 Beredar di Pulpis
UANG PALSU-Kios Brilink Sultan Cell yang mendapatkan uang pecahan Rp 100.000. FOTO TABENGAN/YAKIN

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Keresahan muncul di kalangan pedagang dan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) berjuluk Bumi Handep Hapakat, setelah ditemukannya uang palsu pecahan Rp100 ribu yang beredar di sejumlah pasar, toko/kios masyarakat.

Peredaran uang palsu ini dialami Erlangga, pemilik Kios Brilink Sultan Cell, Desa Mantaren 1, Kecamatan Kahayan Hilir. Parahnya, kios ini mengalami empat kali kerugian mencapai Rp400.000.

Dikatakan Erlangga bersama istrinya, Rabu (28/1), kios miliknya yang juga merupakan pusat Brilink di Desa Mantaren 1, diketahui saat menghitung uang melalui mesin penghitung uang yang tidak terbaca selembar uang pecahan Rp100.000. Kejadian ini ternyata empat kali dalam waktu berbeda.

“Empat kali pak kami terima uang palsu, dan itu dengan orang-orang yang berbeda. Semua pecahan Rp100.000, dan kalau dilihat uangnya mirip, dan saat kami menghitung melalui mesin penghitung, baru kita ketahui ternyata tidak terdeteksi di mesin penghitung,” bebernya.

Beredarnya uang palsu ini, tidak hanya dialami pedagang kios, pedagang sayur yang berjualan di Pasar  Hapakat juga mengalami hal yang sama.

“Warga kita yang berjualan di pasar juga ada menyampaikan ke saya juga sama pak, juga menerima uang Rp100.000 palsu,” ujar Erlangga.

Temuan uang palsu di pasar dan toko ini, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti menjelang Ramadan 1447 H dan Idulfitri 1447 H tahun 2026 ini, dimana intensitas transaksi ekonomi cenderung meningkat.

Dikonfirmasi, Kapolsek Kahayan Hilir, Polres Pulpis Iptu Ibnu Khaldun, Rabu (28/1) membenarkan adanya peredaran uang palsu, dan ada beberapa yang menurutnya menjadi sasaran para pelaku yakni kios-kios, toko ponsel atau pun ATM Mini.

“Kami sudah menginfokan ke kios-kios, toko ponsel maupun ATM Mini, setidaknya memiliki pendeteksi mata uang, dan memang cukup banyak juga yang tidak memiliki itu (sinar ultra violet). Kami juga meminta jika ada ditemukan peredaran uang palsu untuk secepatnya menginfokan kepada kami,” imbaunya.

Ibnu juga mengharapkan atau menyarakan agar kios atau pun toko sudah memiliki CCTV, sehingga jika ada hal yang mencurigakan pelaku dapat terlihat, dan mudah dilacak.

“Biasanya di meja kasir itu sudah banyak yang mempunyai CCTV yang menghadap ke meja transaksi, dan jika kita medapati info demikian, maka kita selanjutnya bisa mendalami,” terangnya.

Lanjut Ibnu, dia juga mengimbau kepada masyarakat baik itu yang melakukan transaksi uang, meskipun tidak memiliki alat pendeteksi, namun menurutnya juga ada cara manual seperti meraba dan menerawang mata uang, dan jika dirasa mata uang itu mencurigakan, maka masyarakat dapat menolak untuk menerima uang dimaksud.

“Kami sangat berterima kasih untuk informasi ini, dan kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. c-mye