Spirit Kalteng

Bupati Halikinnor Luncurkan Budikdamber di Festival Mangaruhi

206
×

Bupati Halikinnor Luncurkan Budikdamber di Festival Mangaruhi

Sebarkan artikel ini
Bupati Halikinnor Luncurkan Budikdamber di Festival Mangaruhi
BUDIDAYA IKAN-Bupati Kotim Halikinnor ketika melepas bibit Budikdamber di halaman Kantor Dinas Perikanan Kotim, Kamis (29/1). FOTO TABENGAN/MAYA SELVIANI

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perikanan Kabupaten Kotim sukses menggelar Festival Mangaruhi sekaligus meluncurkan program Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan mitra kerja pemerintah di halaman Kantor Dinas Perikanan Kotim, Kamis (29/1).

Bupati Kotim Halikinnor ketika menyampaikan sambutan mengatakan, festival ini diharapkan menjadi wadah interaksi dan silaturahmi, mempererat sinergi positif untuk memperkenalkan potensi kelautan dan perikanan Kotim, serta meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas inisiasi lomba Mangaruhi oleh Dinas Perikanan sebagai respons terhadap instruksi Bapak Bupati untuk mengadakan perlombaan di setiap OPD dalam rangka HUT Kotim,” ujarnya. Dikatakannya, lomba ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan, gotong royong, serta melestarikan budaya lokal dalam memanfaatkan sumber daya perairan.

Selain itu, Bupati Halikinnor juga mengomentari terkait Program Budikdamber yang menjadi wujud nyata inovasi sederhana yang mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan ekonomi keluarga.

Selain itu juga, kerja sama dengan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) wilayah Kotim yang juga menjadi fokus utama. Hal ini selaras dengan kesepakatan bersama yang telah ditandatangani pada tahun 2023, yang mencakup kerja sama di bidang pembangunan, perekonomian, kesehatan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berpesan untuk kita semua dapat menjaga budaya masyarakat serta memanfaatkan sumber daya perairan dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Kepala Diskan Kotim Ahmad Sarwo Oboi mengatakan, Festival Mangaruhi yang dilaksanakan adalah wujud nyata pelestarian budaya lokal sekaligus ajang silaturahmi dengan unsur Forkopimda dan bersama seluruh kepala OPD. Hal ini menurutnya bukan sekadar tradisi, tetapi simbol persatuan, gotong royong, dan semangat menjaga kearifan lokal.

“Melalui festival ini, kita ingin menegaskan bahwa pembangunan Kotawaringin Timur tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga pada budaya, identitas, dan jati diri daerah,” pungkasnya. may