Manfaatkan Jamsostek-Literasi BPJS Ketenagakerjaan di Kasongan Lama: Ajak Pekerja Informal Manfaatkan Jamsostek untuk Perlindungan Maksimal. FOTO ISTIMEWA
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID— Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sampit, Dwi Ari Wibowo, mendorong masyarakat pekerja informal di Kelurahan Kasongan Lama untuk memahami dan memanfaatkan program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kegiatan literasi manfaat dan program Jamsostek yang digelar pekan ini.
“Kegiatan ini penting agar pekerja informal tahu bahwa ada perlindungan konkret yang bisa dimanfaatkan ketika mereka bekerja keras setiap hari,” ujar Dwi Ari Wibowo
Menurut Dwi Ari, masih banyak pekerja informal seperti pedagang kecil, ojek pangkalan, dan pekerja serabutan lainnya yang belum memahami sepenuhnya manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
“Program Jamsostek bukan hanya untuk pekerja formal, tapi juga untuk pekerja informal yang ingin terlindungi ketika terjadi risiko kerja,” tegasnya di hadapan puluhan peserta kegiatan.
Dalam kegiatan yang berlangsung santai namun informatif tersebut, Dwi Ari memaparkan beragam program perlindungan yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan, antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Setiap program memberikan manfaat penting, mulai dari perawatan medis tanpa batas biaya jika terjadi kecelakaan kerja, santunan kematian, hingga dukungan finansial saat pensiun atau kehilangan pekerjaan.
Menurut Dwi Ari, program-program tersebut sangat relevan bagi pekerja informal yang kerap tidak memiliki perlindungan sosial memadai. Ia mencontohkan, santunan dari JKK dan JKM bisa menjadi penopang keluarga saat pekerja mengalami resiko tak terduga, sementara JHT dan JP membantu merencanakan masa depan finansial.
“Literasi ini juga membuka kesempatan bagi para pekerja untuk mendaftar sebagai peserta mandiri dengan proses yang semakin mudah,” tambahnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama mengenai cara pendaftaran dan besaran iuran yang harus dibayarkan. Beberapa pekerja mengaku baru memahami betapa pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan setelah mendengar penjelasan langsung dari pihak kantor cabang.
Kegiatan literasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan kepesertaan, khususnya di kalangan pekerja informal yang jumlahnya signifikan namun tingkat perlindungannya masih rendah.
Pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan terus menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial agar seluruh pekerja Indonesia dapat bekerja dengan tenang dan sejahtera.(MS)





