PEMKAB KOTIM

Pimpin DPPPAPPKB, dr Ahmad Yusi Target Turunkan Angka Stunting

76
×

Pimpin DPPPAPPKB, dr Ahmad Yusi Target Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
Pimpin DPPPAPPKB, dr Ahmad Yusi Target Turunkan Angka Stunting
Pj Sekda Kotim Umar Kaderi ketika menyaksikan proses serah terima jabatan kepala DPPPAPPKB Kotim yang dijabat kepada dr Ahmad Yusi (Foto tabengan/Maya Selviani)
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Tampuk kepemimpinan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini dipercayakan kepada dr Ahmad Yusi.
Dimana sebelumnya jabatan Kepala DPPPAPPKB Kotim diisi oleh Pelaksana Tugas sekaligus Sekretaris yang dipercayakan kepada dr Akhya Ridzkie.
Serah terima jabatan Kepala DPPPAPPKB Kotim sendiri dilaksanakan pada Selasa (3/2) dan disaksikan oleh Pj Sekda Kotim Umar Kaderi dan Kepala BKPSDM Kotim Kamaruddin Makkalepu di Aula Kantor DPPPAPPKB Kotim.
Kepala DPPPAPPKB Kotim dr Ahmad Yusi mengatakan target program yang akan segera ditangani oleh pihaknya yakni fokus pada permasalahan penurunan angka stunting. Dimana saat ini penanganan kasus stunting berada pada persentase 21,6 persen di tahun 2025.
“Kita targetkan di tahun ini akan turun di angka 19 persen, mudah-mudahan dengan segala dukungan dari semua pihak target tersebut bisa tercapai,” terangnya.
Dikatakannya langkah-langkah strategis yang akan dilakukan oleh pihaknya yakni dengan melakukan penguatan dibawah seperti di tingkat desa. Dengan memaksimalkan para kader posyandu.
Sehingga para penderita stunting di wilayah ini dapat segera diberikan pengobatan dan diketahui akar permasalahannya.
Kemudian untuk bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dirinya mengaku juga akan fokus menangani permasalahan tersebut. Terutama yang berkaitan dengan kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak. Menurutnya hal ini harus fokus dibantu sebab dirinya melihat banyak korban kekerasan yang merupakan orang tidak berdaya serta tinggal di pelosok sehingga tidak dapat terbantu dengan maksimal.
“Kita akan memaksimalkan penguatan di lembaga lain untuk menangani permasalahan ini kedepannya, karena ini menjadi tantangan bagi kita semua saya harap semua dapat memberikan dukungan,” tuturnya.
Sementara itu Pj Sekda Kotim Umar Kaderi menambahkan dirinya mendukung upaya penurunan stunting dilakukan dengan melakukan penguatan di bawah. Sebab orang-orang yang ada di lapangan menurutnya harus maksimal melakukan pendataan secara real sehingga ditemukan sampel yang benar-benar sesuai dengan fakta.
“Karena angka persentase ini bisa naik turun dan itu tergantung dari pendataan teman-teman di lapangan apakah sudah maksimal dan apakah cara pengambilan sampelnya sudah baik , saya harap ini nanti dapat menjadi perhatian,” katanya. (C-May)