Hukrim

Polres Seruyan Tes Psikologi Calon Pengguna Senpi Organik

181
×

Polres Seruyan Tes Psikologi Calon Pengguna Senpi Organik

Sebarkan artikel ini
Polres Seruyan Tes Psikologi Calon Pengguna Senpi Organik
SENPI-Personel Polres Seruyan ketika mengikuti jalannya tes psikologi untuk calon pengguna senpi organik. FOTO HUMAS POLRES SERUYAN

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Guna memastikan kematangan mental dan stabilitas emosional personel, Polres Seruyan menggelar Tes Psikologi Calon Pengguna Senjata Api (Senpi) Organik, Mapping Psikologi, serta Konseling Psikologi PNPP Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun Anggaran 2026, Kamis (5/2).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Patriatama 95 Polres Seruyan tersebut diikuti oleh personel Polres dan Polsek jajaran yang akan mengemban tugas dengan menggunakan senpi organik.

Kegiatan dibuka Kabag SDM Polres Seruyan AKP Luluk Sumarsono, didampingi PS Kasubagpsipol Bagpsi Ro SDM Polda Kalteng sekaligus Psikolog Pemeriksa, AKP Felinsa Oktora Tanau. Dalam arahannya, Kabag SDM menegaskan bahwa tes psikologi merupakan tahapan penting yang wajib diikuti setiap personel calon pengguna senpi.

“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi syarat wajib bagi personel yang akan menggunakan senpi organik di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil tes psikologi akan menjadi dasar utama dalam pemberian izin penggunaan senjata api, sehingga setiap personel yang memegang senpi benar-benar dinilai layak secara mental dan emosional.

Sementara itu, AKP Felinsa Oktora Tanau, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes psikologi merupakan bagian dari implementasi perintah pimpinan dalam melakukan penyaringan ketat terhadap calon pengguna senpi. Menurutnya, aspek psikologis menjadi faktor krusial dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata api.

“Proses ini dilakukan secara ketat sebagai langkah antisipatif, agar senpi hanya digunakan oleh personel yang memiliki stabilitas emosi dan tanggung jawab yang baik,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada tes psikologi, tetapi akan dilanjutkan dengan sesi konseling bagi personel sesuai dengan hasil pemeriksaan yang diperoleh.

“Melalui pemetaan psikologis dan konseling ini, kami berharap penggunaan senjata api dapat lebih aman dan profesional, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan,” pungkasnya. zul