PEMPROV KALTENG

GPM Serentak, Pemprov Kalteng Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

117
×

GPM Serentak, Pemprov Kalteng Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
GPM Serentak, Pemprov Kalteng Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan
GPM-Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Staf Ahli Gubernur Kalteng Yuas Elko melaksanakan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di halaman Dinas Ketahanan Pangan Kalteng, Jumat (13/2/2026).FOTO TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional di sembilan daerah se-Kalteng, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Ramadan. Kegiatan ini dipusatkan di Palangka Raya dan dilaksanakan bersamaan di sejumlah kabupaten.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi pangan.

“Program ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya, di Palangka Raya, Jumat (13/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tersedia beras premium dan beras subsidi masing-masing sekitar 10 ton, bawang merah 350 kilogram, bawang putih 250 kilogram, gula konsumsi 1 ton, minyak goreng 1.000 liter atau setara 1 ton, serta telur ayam ras sebanyak 500 tray.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp2.000 hingga Rp10.000 per komoditas guna memastikan harga jual berada di bawah harga pasar.

Pelaksanaan GPM dilakukan serentak di tingkat provinsi, Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, serta Kota Palangka Raya. Kabupaten lainnya dijadwalkan menyusul dalam bulan ini.

Menurut Yuas, program tersebut juga merupakan dukungan terhadap kebijakan nasional yang menekankan agar harga bahan pokok tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).

“Tadi juga telah dibuka secara nasional dengan penegasan bahwa harga tidak boleh naik dan harus sesuai dengan HET maupun HAP. Para pedagang diharapkan tidak menaikkan harga, karena program ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat, terlebih menjelang bulan Ramadan,” katanya. ldw/red