Hukrim

Kobar Alami 25 Karhutla Sepanjang Januari

85
×

Kobar Alami 25 Karhutla Sepanjang Januari

Sebarkan artikel ini
Kobar Alami 25 Karhutla Sepanjang Januari
KARHUTLA-TRC BPBD Kobar ketika memadamkan karhutla, beberapa waktu lalu. FOTO HMS BPBD KOBAR

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Berdasarkan hasil pemantauan dan rekapitulasi data Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), selama Januari 2026, kejadian bencana didominasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tercatat sebanyak 25 kejadian yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Kobar, serta lima kejadian cuaca ekstrem berupa pohon tumbang.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala BPBD Kobar Reneli melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana.

Menurutnya, meskipun luasan lahan terbakar tercatat cukup besar, yakni sekitar 20,46 hektare, penanganan cepat dan terkoordinasi oleh Tim Reaksi Cepat BPBD bersama unsur lintas sektor berhasil menekan perluasan kebakaran sehingga dampak yang ditimbulkan masih dalam kategori aman dan terkendali.

“Respons cepat terhadap laporan masyarakat, kesiapsiagaan personel, serta dukungan patroli lapangan berkontribusi signifikan dalam menurunkan risiko eskalasi bencana dan meminimalkan dampak terhadap permukiman, infrastruktur, maupun keselamatan jiwa,” ujar Andan, Senin (16/2/2026).

Andan menambahkan, untuk kejadian cuaca ekstrem, meskipun menimbulkan gangguan akses jalan, kerusakan ringan bangunan, serta kerusakan kendaraan dan jaringan utilitas, seluruh kejadian dapat ditangani dengan baik tanpa adanya korban jiwa.

“Secara umum, penyelenggaraan fungsi Pusdalops Penanggulangan Bencana pada Januari 2026 berjalan efektif sebagai pusat pengendalian data, informasi, dan koordinasi penanggulangan bencana. Ke depan, kami akan meningkatkan kesiapsiagaan karhutla sejak awal tahun, khususnya pada periode cuaca panas, melalui penguatan patroli terpadu, pemantauan hotspot, serta deteksi dini di wilayah rawan kebakaran,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Andan, optimalisasi peran Pusdalops Penanggulangan Bencana sebagai pusat informasi bencana terus dilakukan dengan memastikan kelengkapan, kecepatan, dan akurasi pelaporan dari seluruh unsur lapangan serta jejaring pelapor masyarakat.

“Penguatan koordinasi lintas sektor seperti Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Masyarakat Peduli Api, relawan, serta perangkat desa dan kelurahan juga terus ditingkatkan agar respons penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi,” jelasnya.

Upaya lain yang menjadi perhatian yakni peningkatan pencegahan bencana cuaca ekstrem melalui pemeliharaan pohon di area rawan, sosialisasi kepada masyarakat, serta kesiapan peralatan evakuasi dan penanganan darurat.

Data kejadian sepanjang Januari 2026 juga dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan guna meningkatkan efektivitas strategi penanggulangan bencana pada bulan-bulan berikutnya, terutama menjelang periode rawan bencana. uli/redfwa