DPRD PROV. KALTENG

Dewan Tuntut Pembangunan Lebih Berkualitas di Kalteng 

152
×

Dewan Tuntut Pembangunan Lebih Berkualitas di Kalteng 

Sebarkan artikel ini
Dewan Tuntut Pembangunan Lebih Berkualitas di Kalteng 
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Asdy Narang. foto hms DPRD Kalteng
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Asdy Narang, menyoroti persoalan penganggaran dan kualitas pembangunan infrastruktur di Bumi Tambun Bungai yang dinilai belum menjawab tantangan geografis dan luas wilayah provinsi tersebut. Asdy menegaskan bahwa luas wilayah Kalteng yang mencapai sekitar satu setengah kali Pulau Jawa seharusnya menjadi pertimbangan serius dalam formulasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau kita berbicara anggaran untuk Kalteng sebesar satu setengah Pulau Jawa ini dan juga penduduknya cuma sekitar 19 orang per kilometer persegi, tentu tantangannya berbeda dengan daerah lain,” ujarnya, kamis (19/2).
Wakil ketua Fraksi Nasdem itu menilai, dengan kondisi geografis yang berat serta sebaran penduduk yang tidak merata, kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur di Kalteng semestinya lebih proporsional.
“Dengan keadaan alam kita yang sangat luar biasa beratnya, mungkin anggaran di kisaran Rp10 sampai Rp15 triliun itu pun baru beberapa wilayah saja yang menikmati,” kata Asdy.
Menurutnya, sistem penganggaran daerah yang sangat bergantung pada hasil pembahasan bersama pemerintah pusat menjadi salah satu faktor keterbatasan ruang fiskal. Padahal, Kalteng memiliki potensi sumber daya alam yang besar dari sektor pertambangan dan perkebunan.
“Penganggaran ini kan berdasarkan hasil pembahasan dengan pemerintah pusat, walaupun kita juga mempunyai pertambangan dan perkebunan. Tapi hasilnya buat kita sedikit, seperti yang kita lihat,” tegasnya.
Asdy, yang mengaku telah berkecimpung di dunia politik sejak 2006, juga menyoroti stagnasi pembangunan di sejumlah kabupaten. Ia menilai belum ada perubahan signifikan dalam kualitas infrastruktur, khususnya jalan.
“Saya ikut politik dari tahun 2006 sampai sekarang, saya lihat kabupaten yang begitu-begitu saja pembangunannya,” ucapnya.
Ia secara khusus mengkritik kondisi jalan yang menurutnya cepat rusak dan hanya diperbaiki secara tambal sulam, sehingga anggaran terus berputar pada pekerjaan yang sama setiap tahun.
“Jalan rusak tidak sampai setahun, enam bulan sudah diperbaiki lagi. Jadi anggaran mutar di situ-situ saja menurut saya,” katanya.
Asdy menegaskan bahwa pembangunan jalan seharusnya dirancang dengan kualitas yang mampu bertahan dalam jangka panjang. “Harusnya sekali penganggaran pembangunan jalan bisa tahan 20 tahun. Jangan setiap tahun rusak, lalu ditambal sulam lagi,” tandasnya.