PENDIDIKAN

GEBYAR RAMADAN SMAN 1 SAMPIT-Ribuan Peserta Hadiri Aksi Berbagi untuk Anak Yatim dan Duafa

110
×

GEBYAR RAMADAN SMAN 1 SAMPIT-Ribuan Peserta Hadiri Aksi Berbagi untuk Anak Yatim dan Duafa

Sebarkan artikel ini
GEBYAR RAMADAN SMAN 1 SAMPIT-Ribuan Peserta Hadiri Aksi Berbagi untuk Anak Yatim dan Duafa
BERBAGI-Kegiatan buka puasa bersama di SMAN 1 Sampit. foto Humas SMAN 1 Sampit

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID –Suasana halaman SMAN 1 Sampit tampak berbeda pada Rabu (4/3/2026). Sejak pukul 16.00 WIB, ribuan siswa dan tamu undangan memadati area sekolah dalam kegiatan Gebyar Ramadhan 1447 H / 2026 M yang mengusung semangat berbagi dan penguatan pendidikan karakter.

Kegiatan yang diprakarsai oleh komunitas Smansa Peduli bersama OSIS sekolah tersebut dihadiri sekitar 1.500 orang. Peserta terdiri dari unsur Muspida Kabupaten Kotawaringin Timur, tamu undangan, ratusan anak yatim piatu dan kaum duafa, pengurus komite sekolah, pengurus MKKS SMA/MA Kotim, dewan guru, siswa, serta berbagai elemen masyarakat.

Acara juga dihadiri Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Muslih, yang hadir mewakili Bupati Kotim Halikinnor .Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan sosial yang digagas oleh dunia pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyalurkan santunan dan bantuan kepada anak yatim piatu serta kaum duafa di wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya. Dana kegiatan dihimpun dari partisipasi warga sekolah, mulai dari sumbangan komite sekolah, kontribusi orang tua siswa, hingga donasi masyarakat.

Kegiatan semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh penceramah asal Kotawaringin Timur, Habib Abdullah Aljun Al Kheirid. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa puasa, zakat, dan sholat merupakan tiga pilar utama pembentukan karakter seorang muslim.

“Puasa melatih kejujuran. Ketika seseorang berpuasa tidak ada manusia yang mengawasi secara langsung, tetapi Allah SWT Maha Mengetahui. Dari situ lahir integritas,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.

Ia juga menekankan pentingnya zakat sebagai sarana pemerataan sosial sekaligus membangun solidaritas umat, serta sholat sebagai fondasi kedisiplinan dan penguatan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMAN 1 Sampit, M. Darma Setiawan, mengatakan kegiatan Gebyar Ramadhan merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter yang menekankan nilai religius dan sosial bagi peserta didik.

“Ramadhan adalah laboratorium spiritual. Di sini siswa dilatih bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menginternalisasi nilai empati, kepedulian, kejujuran, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama satu dekade program Smansa Peduli telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, mulai dari santunan anak yatim dan duafa, pembagian paket sembako, bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kotawaringin Timur, hingga penyaluran bantuan ke wilayah lain seperti Kalimantan Selatan.

Ketua panitia kegiatan, Harsono, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa dalam mengelola kegiatan sosial dan kepemimpinan. Prosesnya dilakukan secara sistematis mulai dari penggalangan dana hingga penyaluran bantuan.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Susilo, menilai kegiatan tersebut sebagai investasi sosial jangka panjang dalam membangun budaya kepedulian di lingkungan pendidikan.

Staf AhliBupati Kotawaringin Timur, Muslih, juga memberikan apresiasi atas konsistensi SMAN 1 Sampit yang selama 10 tahun terus menggerakkan aksi sosial yang tidak hanya dirasakan masyarakat Kotim, tetapi juga menjangkau daerah lain.

Dengan kehadiran sekitar 1.500 peserta, Gebyar Ramadhan tahun ini menjadi salah satu kegiatan sosial keagamaan terbesar yang digelar sekolah di daerah tersebut. Ratusan anak yatim piatu dan kaum duafa menerima santunan dan paket bantuan, sekaligus merasakan kebersamaan dalam suasana Ramadhan.

Kegiatan ini menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat dan pembentukan karakter generasi muda. c-may