
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Memasuki musim kemarau, Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengalami kekeringan. Akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, sumber air utama warga mengering sehingga sangat membutuhkan suplai air bersih.
Kondisi memprihatinkan itu pun dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, dan diterima Posko TRC BPBD Kobar pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti laporan kepala desa, tim reaksi cepat segera digerakkan untuk melakukan penanganan darurat, mengingat jumlah warga terdampak mencapai ratusan jiwa yang tersebar di beberapa RT.
Berdasarkan data yang diterima BPBD Kobar, warga terdampak tersebar di antaranya di RT 01 sebanyak 32 kepala keluarga atau 128 jiwa, RT 03 sebanyak 23 kepala keluarga dengan 78 jiwa, serta RT lainnya dengan jumlah bervariasi. Total kebutuhan air bersih di lokasi diperkirakan mencapai sekitar 16.000 liter per hari, sementara sebagian wilayah lainnya masih dalam proses pendataan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar Reneli melalui Plt Pelaksana tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, langsung menurunkan tim untuk segera menyalurkan bantuan air bersih. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim bergerak ke lokasi dengan membawa dua unit mobil tangki, dilengkapi peralatan pendukung seperti selang, nosel, dan konektor untuk mendistribusikan air ke tandon yang telah disiapkan warga.
“Kami langsung melakukan penanganan melalui koordinasi dengan perangkat desa, ketua RT, serta pengelola sistem penyediaan air minum setempat. Air bersih kemudian didistribusikan secara bertahap ke titik-titik yang paling membutuhkan. Hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 12.000 liter air bersih berhasil disalurkan tanpa kendala berarti,” ujar Andan.
Andan mengakui, distribusi belum menjangkau seluruh wilayah terdampak, dan pihak desa bersama pengelola air bersih setempat meminta agar suplai kembali dilakukan pada hari berikutnya untuk memenuhi kebutuhan warga yang belum terlayani.
“Pada saat menyuplai air bersih, kami pun meninjau langsung kondisi embung di desa tersebut kering, di mana keberadaan embung itu menjadi sumber air warga,” ungkap Andan. uli/red





