KUALA LUMPUR/TABENGAN.CO.ID – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar pada 29 Maret 2026 di Kuala Lumpur dinilai berjalan lebih lengkap, partisipatif, dan memenuhi seluruh tahapan organisasi.
Ketua Steering Committee (SC) Muswil X PPP Kalimantan Tengah, Ami Mastati Dalimunthe, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muswil di Kuala Lumpur didukung oleh kehadiran unsur struktural partai yang lebih lengkap serta partisipasi organisasi internal dan eksternal partai.
“Muswil yang digelar di Kuala Lumpur berjalan sesuai mekanisme organisasi dan seluruh tahapan persidangan dapat dilaksanakan secara utuh,” ujar Ami Mastati Dalimunthe dalam keterangannya.
Dalam data kehadiran pengurus harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Muswil di Kuala Lumpur dihadiri oleh 11 orang pengurus harian.
Tidak hanya itu, unsur lembaga partai juga tercatat hadir dalam Muswil Kuala Lumpur. Majelis Syariah, Majelis Pakar, serta Majelis Pertimbangan masing-masing diwakili oleh unsur pimpinan tingkat wakil ketua atau wakil sekretaris.
Kehadiran badan otonom (Banom) PPP juga menjadi pembeda signifikan. Dalam Muswil di Kuala Lumpur, tercatat tiga Banom hadir, yakni GMPI, AMK, dan WPP. Selain itu, sejumlah partai politik serta organisasi kemasyarakatan eksternal juga turut hadir memberikan dukungan dan partisipasi dalam forum tersebut.
Dari sisi partisipasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC), kedua kegiatan sama-sama memenuhi ketentuan minimal kehadiran, yaitu dua pertiga DPC. Namun terdapat perbedaan komposisi wilayah yang hadir.
Dalam Muswil Kuala Lumpur, kehadiran DPC berasal dari Sukamara, Kapuas, Seruyan, Barito Timur, Barito Utara, Barito Selatan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Palangka Raya.
Ketua Steering Committee (SC) Ami Mastati Dalimunthe menegaskan bahwa pelaksanaan Muswil di Kuala Lumpur juga memiliki dasar organisasi yang jelas, yakni hasil Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang melibatkan unsur DPP, DPW, dan DPC.
“Muswil ini dilaksanakan berdasarkan hasil Rakorwil yang melibatkan seluruh unsur kepengurusan partai, sehingga memiliki legitimasi organisatoris yang kuat,” jelas Ami.
Dari sisi tata persidangan, forum di Kuala Lumpur juga disebut menjalankan seluruh tahapan persidangan secara lengkap, mulai dari pembukaan, pembahasan agenda, hingga proses pengambilan keputusan.
Aspek kepanitiaan juga menjadi perhatian. Dalam Muswil Kuala Lumpur, ketua dan sekretaris Steering Committee (SC) serta Organizing Committee (OC) hadir secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan.
Dari sisi sistem pelaksanaan, Muswil di Kuala Lumpur juga mengadopsi sistem hybrid, yakni offline dan online, untuk memastikan keterlibatan peserta yang lebih luas.
Ketua SC Ami Mastati Dalimunthe menilai bahwa pelaksanaan Muswil X PPP Kalimantan Tengah di Kuala Lumpur menunjukkan komitmen untuk menjalankan mekanisme organisasi secara terbuka, partisipatif, dan sesuai dengan prinsip tata kelola partai.
“Tujuan utama dari Muswil adalah memperkuat konsolidasi partai serta memastikan proses organisasi berjalan transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia berharap hasil Muswil ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi PPP di Kalimantan Tengah serta meningkatkan soliditas kader dalam menghadapi agenda politik ke depan.
“Semangat konsolidasi dan kebersamaan harus menjadi landasan bagi seluruh kader PPP untuk terus membangun kekuatan partai di daerah,” tutup Ami. red





