Panjat Tebing Rebut Emas Ke-22

JAKARTA/tabengan.com – Cabang olahraga (cabor) panjat tebing kembali mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018. Dua medali emas langsung dipersembahkan cabor panjat tebing yang membuat Indonesia telah meraih emas ke-21 dan 22 di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Kedua emas tersebut datang dari nomor estafet putra dan putri yang berlangsung di Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (27/8) malam WIB. Emas pertama dari tim putri yang diperkuat tiga atlet pemanjat tebing yakni Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Salsabillah serta Fitriyani.

Pada partai final, tim putri Indonesia berhasil mengalahkan China yang tampil lebih cepat. Para srikandi Indonesia mencatatkan waktu 25,452 detik. Sementara China meraih medali perak dan perunggu menjadi milik Iran.

Medali emas kedua datang dari tim putra yang melakoni laga All Indonesian Final. Medali emas menjadi milik tim Indonesia 2 yang diperkuat Hinayah Muhammad, Sufriyanto Rindi, Dzar Yulianto Abu, dan Leonardo Veddriq. Indonesia 2 meraih medali emas usai mencatatkan waktu lebih baik dari Tim Indonesia 1 yakni 18,686 detik.

Sementara Indonesia 1 harus puas dengan medali perak. Tim Indonesia 1 tersebut diperkuat Aspar, Sabri, Septo Wibowo Siburian, dan Muhammad Fajri Alfian. Perunggu menjadi milik China.

Silat Perkasa di TMII
Sementara itu di luar prediksi, pencak silat yang merupakan cabang olahraga milik Indonesia dan salah satu dari delapan yang diusulkan — hingga 40 cabor dimainkan — benar-benar perkasa.

Indonesia menyapu bersih perebutan medali emas cabang olahraga (cabor) pencak silat yang diperebutkan, Senin (27/8). Emas terakhir dipastikan Abdul Malik yang tampil di nomor tanding kelas B (50-55 kg) putra yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah.

Abdul memastikan emas kedelapan dari cabor pencak silat setelah mengalahkan wakil Malaysia, Muhammad Faizul M Nasir dengan skor telak 5-0.

Pencapaian Terbaik
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI) Imam Nahrawi, semringah melihat torehan kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018. Pasalnya, torehan pada gelaran kali ini telah melebihi pencapaian dari edisi Asian Games sebelum-sebelumnya. Karena itu, Imam pun menyebut bahwa Asian Games 2018 merupakan pencapaian terbaik Indoensia sejak 52 tahun lalu.

Pada gelaran-gelaran sebelumnya, pencapaian terbaik Indonesia hanyalah meraih 11 medali emas. Hal itu terjadi pada perhelatan Asian Games 1962, tepatnya saat Indonesia juga menjadi tuan rumah.

”Ini adalah emas terbanyak di sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games. Jadi per hari ini, kita sudah melampaui perolehan di Asian Games 1962. Ini luar biasa,” ujar Imam, di Senayan, Senin (27/8). c-yit/d-com/o-zon