Ekobis  

Harga Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu/Kg

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Memasuki pertengahan Oktober 2019, harga daging ayam kembali melonjak. Hal ini terbukti dari harga daging ayam yang terpantau mencapai Rp40 ribu per kilogram (kg) di Pasar Besar kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). “Harga daging ayam dalam seminggu ini sudah mulai merangkak naik, padahal saat awal bulan harganya sempat turun,” ujar salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Besar kota Palangka Raya, Suryono, Senin (21/10).

Dia mengakui, harga daging ayam saat normal hanya berkisar antara Rp32 ribu hingga Rp34 ribu per kilogramnya. Namun, kemarin mencapai Rp40 ribu/Kg, naik sekitar Rp6 ribu sampai Rp8 ribu per kilogram. “Naiknya perlahan. Minggu lalu pertama naiknya seribu kemudian hari berikutnya naik lagi Rp2.000 hingga kini mencapai Rp8.000 kenaikan per kilogramnya. Namun, dalam lima hari terakhir berada di angka Rp38 ribu/kg,” jelasnya.

Sebenarnya stok daging ayam mencukupi, pasokan tidak kurang masih seperti biasanya. Pedagang tak tahu penyebab kenaikan daging ayam potong. “Kalau pasokan masih lancar biasanya saya dapat dari Pahandut bawah, tapi kadang memang dari tempat lain kalau pasokan disana tidak ada,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dari segi penjualan normal sangat terpengaruh dengan naiknya harga daging ayam saat ini. Pada saat normal Ia dapat menjual 300 sampai 400 kilogram daging ayam per hari. Kini hanya mampun menjual 100 sampai 150 kilogram per harinya. “Ya palingan dari para pelanggan saja yang saya sediakan, kalau untuk rumah tangga per orangan sangat kurang. Jadi kalau ngambil daging ayam tiap harinya juga gak tentu, bila ramai ya ambil lagi,” bebernya.

Salah seorang pembeli, Mama Hari mengeluhkan kenaikan harga daging ayam ras saat ini. “Ya kan minggu lalu cuma sekitar Rp32 ribu, paling mahal Rp 33 ribu per kg sekarang sudah naik sekali,” keluhnya. “Memberatkan sekali, apalagi setiap hari membeli ayam untuk keluarga. Saya berharap harga daging bisa kembali normal seperti biasanya,” tambahnya.

Senada, seorang pedagang pentol di kawasan Pasar Besar, Mujadi, mengaku sangat memberatkan dengan dengan harga daging ayam yang naik saat ini. Kondisi ini membuat keuntungannya dari hari biasanya. “Tidak ada cara untuk mensiasati pentol ini agar tetap enak namun harganya murah, jadi mau tidak mau harus mengurangi keuntungan. Soalnya kan pentol saya campuran daging sapi dan ayam jadi kalau tidak ada salah satunya mempengaruhi rasa yang akibatnya pelanggan lari,” katanya. sda