PB PBSI: Sport Indoor Belum Layak

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pengurus provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Tengah (Kalteng) sedang berupaya untuk menggelar even nasional bulutangkis di Kota Palangka Raya 2020 nanti. Sebagai langkah awal, Pengurus Besar (PB) PBSI yang diwakili oleh Sekjen Achmad Budiharto, sudah meninjau sejumlah fasilitas, salah satunya GOR Indoor di Jalan Tjilik Riwut km 5, Selasa (10/12).

Ketua Pengprov PBSI Kalteng, Barlen menyampaikan, 2020 nanti banyak kalender kejuaraan bulutangkis tingkat nasional dari pusat. Kalteng mengambil salah satu event nasional tersebut, Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas). Namun, Pengprov juga berkeinginan mengambil langkah yang lebih besar seperti Kejurnas atau Indonesia Master dengan menggelar kejuaraan nasional yang diiikuti oleh pebulutangkis top nasional dan dunia.

Namun, dari hasil peninjauan, PB PBSI menilai GOR indoor saat ini tidak bisa digunakan untuk menggelar kejuaraan bulutangkis. Angin masuk ke dalam cukup kencang dan suhu udara juga cukup panas. Khusus untuk Sirnas, Barlen menjamin sudah ada alternatif lain. Rencananya akan audiensi dengan pemerintah daerah terkait dengan GOR Indoor sekaligus sekaligus meminta petunjuk terkait rencana pelaksanaan sejumlah event bulutangkis nasional yang akan di gelar di Kalteng.

Dalam audiensi akan dilaporkan kekurangan GOR Indoor yang masih menjadi catatan bagi PB dan perlu penyempurnaan lagi. Jika mendapatkan restu untuk membenani lagi, maka Pengprov PBSI Kalteng siap untuk menggelar even yang lebih besar lagi. Sementara itu, Achmad Budiharto menyampaikan, GOR Indoor sudah cukup megah dan sudah layak untuk kejuaraan nasional maupun internasional. Hanya saja, untuk olahraga yang menggunakan bola ringan tidak bisa digelar. Hembusan angin dalam gedung cukup kencang, begitu juga dengan cuaca yang panas.

“Saat kosong saja temperatur udara itu panasnya sudah 28 derajat, kalau di bulutangksi itu maksimal 30 saja. Kalau diatas itu harus di pasangi Air Conditioner, kalau Gor ini sementara ini hanya bisa untuk olahraga bola besar seperti voli, basket, futsal tenis lapangan,” kata Budiharto. yml