SAMPIT/tabengan.co.id – Mengantisipasi wabah virus Corona, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Sampit Agus Yordani mengungkapkan, perlu pengawasan lebih ketat di pelabuhan laut karena ada kapal langsung dari China yang masuk ke Sampit, Kotawaringin Timur.
“Pengawasan kita lakukan kepada anak buah kapal (ABK), karena ada kapal langsung dari China yang masuk ke Sampit, termasuk juga di Pelabuhan Pangkalan Bun,” ungkapnya, Minggu (26/1).
Diungkapkan Agus, kapal yang datang dari China membawa hasil tambang berupa nikel. China mengambil biji nikel dari wilayah Kalimantan Tengah melalui Pelabuhan Sampit. Dari data yang mereka miliki di tahun 2020 ini ada sebanyak 4 kapal China yang masuk dengan jumlah 63 orang ABK. Sementara di tahun 2019 ada 23 kapal dengan jumlah 483 ABK.
“Hasil pantauan sementara belum ada yang terkena (Corona), namun kita terus waspada terhadap kedatangan kapal dari China ini,” tuturnya. c-may





