Palangka Raya

Dewan Harap Fenomena Panic Buying Tak Terjadi

13
×

Dewan Harap Fenomena Panic Buying Tak Terjadi

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita mendorong pemerintah kota setempat, terutama pihak terkait segera melakukan monitoring di pasar dan sejumlah minimarket.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan amannya ketersediaan sembako aman menyusul maraknya aksi mengumpulkan makanan dalam jumlah banyak atau lebih dikenal dengan fenomena panic buying di beberapa wilayah di tanah air, imbas wabah virus corona.

“Penimbunan barang yang dilakukan oleh konsumen ketika ada situasi tertentu yang dipandang darurat kerap dikenal dengan istilah panic buying. Akibatnya, timbul kekhawatiran di masyarakat sehingga menimbulkan respons tindakan belanja secara masif sebagai upaya penyelamatan diri. Pertama masyarakat khawatir kalau tidak belanja sekarang, bisa saja besok harga barang naik. Kedua, jika tidak belanja sekarang, maka esok hari barangnya sudah tidak ada. Kondisi seperti itu kita harapkan tidak terjadi di sini,” bebernya saat ditemui Tabengan, Rabu (18/3).

Masuknya virus Corona ke Indonesia dikhawatirkannya sedikit banyak akan mampu turut mempengaruhi penjualan bahan pokok di ‘Kota Cantik’. Apalagi dengan cara penyebaran virus, menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Pemerintah harus awasi agar tidak ada tindakan membeli sejumlah besar produk dengan volume tidak biasa di kalangan masyarakat. Selain menimbulkan ketidakseimbangan dalam struktur harga karena permintaan yang tinggi, juga dikhawatirkan ada oknum pedagang yang memanfaatkan peristiwa ini untuk melakukan bisnis tidak sehat,” jelasnya.

Di sisi lain politisi Partai Perindo ini mengingatkan agar masyarakat agar tidak perlu resah terkait Virus Corona dan melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Kita mengimbau bahwa untuk corona sudah ditangani pemerintah, jadi diminta kepada masyarakat untuk tenang dan tidak melakukan penumpukan pembelian barang untuk kepentingan pribadi yang berlebih,” pungkas Ruselita. rgb