Spirit Kalteng

Sektor Perikanan dan Peternakan Mampu Dongkrak Ekonomi Masyarakat

16
×

Sektor Perikanan dan Peternakan Mampu Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Sektor Perikanan dan Peternakan Mampu Dongkrak Ekonomi Masyarakat
Anggota Komisi II DPRD Kalteng Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA), Dapil III, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara, Hj. Maryani Sabran

PALANGKA RAYA/tabengan.co.id – Kalangan DPRD Kalimnatan Tengah (Kalteng) mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor peternakan dan perikanan, dimana kedua sektor tersebut dinilai mampu mendongkrak kembali perekonomian khususnya dimasa Pandemi Corona Virues Disease 2019 (Covid-19).
Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA), Hj. Maryani Sabran, saat dikonfirmasi Tabengan via Whatsapp, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya, dalam pengembangan sektor Peternakan, ada beberapa jenis usaha yang dapat diadopsi masyarakat. salah satunya yaitu budidaya ayam petelur yang tergolong investasi jangka menengah serta mampu memberikan penghasilan secara berkala.
“Yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini adalah usaha atau komoditi yang mampu memberikan penghasilan harian maupun secara berkala, dalam rangka mendongkrak kembali sektor perekonomian yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Salah satu komoditi yang bisa dikembangkan masyarakat saat ini adalah ayam petelur dan perikanan, dimana kedua usaha tersebut merupakan investasi jangka menengah serta mampu memberikan penghasilan harian atau berkala, apabila dikembangkan secara optimal,” ucapnya.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara ini juga mengatakan, pengembangan sektor perikanan tidak kalah menjanjikan dengan sektor peternakan, mengingat selain rentang waktu panen yang singkat dan bisa disitribusikan ke pasar lokal, ikan juga dapat diolah menjadi berbagai olahan bahan makanan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Rentang waktu panen cukup singkat dan bisa didistribusikan ke pasar lokal. Bahkan apabila komoditi tersebut sudah berkembang, tidak menutup kemungkinan para peternak ikan bisa mendistribusikannya hingga keluar daerah. Apalagi ikan dapat diolah menjadi berbagai macam bahan makanan oleh UMKM, sehingga pengembangan sektor perikanan tidak kalah menjanjikan dengan sektor peternakan,” ujarnya.
Dalam proses pengembangan komoditi, sambungnya, masyarakat bisa membentuk kelompok dan mengajukan bantuan kepada pemerintah melalui dinas/instansi terkait, baik berupa bibit maupun Sarana-Prasarana (Sapras).
“Masyarakat bisa membentuk sebuah kelompok dalam rangka mengelola sektor peternakan maupun perikanan secara mandiri, kemudian mengajukan proposal bantuan ke dinas/instansi terkait, agar pemerintah bisa membantu mengakomodir kebutuhan peternak seperti bibit maupun Sapras lainnya. Bahkan bisa juga pengajuan tersebut melalui DPRD khususunya Komisi II, agar bisa diteruskan ke dinas terkait sekaligus kita bisa mengawal aspirasi hingga benar-benar di realisasikan oleh pemerintah,” pungkas politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini. nvd