
Ketua DAD Kalteng, H. Agustuar Sabran, didampingi Ketua Harian, Sekretaris dan sejumlah tokoh Dayak Kalteng, saat hadir Betang Kanderang Tingang AE Embang, di Km.30 Tangkiling, Minggu (18/9).
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar kegiatan Hasupa Hasundau sekaligus peresmian Betang Betang Kanderang Tingang AE Embang, di Km 30 Tangkiling, Minggu (18/9) malam.
Ketua Harian DAD Kalteng sekaligus pemilik Betang Betang Betang Kanderang Tingang AE Embang, Andrie Elia Embang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah maupun masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan Betang Kanderang Tingang untuk melaksanakan beragam kegiatan seperti acara adat, pertemuan resmi, pernikahan, wisata budaya, hingga rekreasi bersama keluarga.
“Tentunya saya berharap bisa keberadaan Betang Kanderang Tingang AE Embang ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan resmi maupun non-resmi seperti acara adat, pertemuan-pertemuan, pernikahan, edukasi wisata budaya dan lain-lain,” ucapnya.
Dalam kegiatan Hasupa Hasundau tersebut, Andrie Elia Embang juga memperkenalkan beragam pernak-pernik yang menjadi ciri khas Suku Dayak seperti Balanga, Malawen, Garantung, Mandau, Sangkuh, Rantai Babi, Talawang, Wasi Kuning, dan lain-lain.
“Pernak-pernik inilah yang nantinya akan menjadi wisata budaya di Betang Kanderang Tingang AE Embang, dimana masyarakat bisa melihat langsung benda-benda yang berasal dari Suku Dayak dan nantinya akan dijelaskan langsung fungsi dari masing-masing benda kepada pengunjung, sesuai dengan kepercayaan dan kearifan lokal masyarakat Dayak,” ujarnya.
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2018-2022 ini juga berharap keberadaan Betang Kanderang Tingang AE Embang bisa dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan khususnya sejarah dan budaya suku Dayak.
“Yang namanya Ilmu pengetahuan, berkembang dari sebuah kebudayaan. Sehingga keberadaan Betang Kanderang Tingang AE Embang ini ditentunya dapat dimanfaatkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan seperti antropologi dan sosiologi,” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua DAD Kalteng H. Agustiar Sabran mengapresiasi Andrie Elia Embang beserta keluarga, yang telah mendukung pelestarian budaya serta adat istiadat Suku Dayak khususnya di Kalteng.
“Saya selaku Ketua DAD Kalteng mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi bapak Andrie Elia Embang yang telah mendukung pelestarian adat istiadat dan budaya suku Dayak di Kalteng. Arti dari Kanderang adalah seruan atau gema persatuan dan Tingang melambangkan kekuatan, kemakmuran dan kesejahteraan, sehingga keberadaan Betang ini tentunya menambah khasanah budaya nasional,” tutupnya.
Untuk diketahui, kegiatan Hasupa Hasundau sekaligus peresmian Betang Kanderang Tingang AE Embang ini diresmikan langsung oleh Ketua DAD Kalteng, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh-tokoh adat dan masyarakat. Nvd





