2.388 KK atau 8.544 Jiwa dan 1.733 Rumah Terdampak
14 Kelurahan Terdampak Banjir di 4 Kecamatan, di antaranya:
Kelurahan Langkai 1.240 KK atau 4.887 jiwa dan 1.235 Rumah Terendam Kelurahan Bukit Tunggal 182 KK atau 633 jiwa dan 165 Rumah Terendam Kelurahan Pahandut Seberang 134 KK atau 525 jiwa dan 127 rumah.
Kelurahan Palangka 2.900 KK terdampak,
Kelurahan Petuk Katimpun Data Belum Masuk
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Hanya dalam rentang waktu 3 hari, kondisi banjir di Kota Palangka Raya meluas. Terdeteksi mengalami kenaikan debit air pada 14 November lalu, di 17 November 2022 rupanya sudah ada 17 kelurahan yang terdampak banjir.
Pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya, tinggi muka air Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan mengalami kenaikan hingga 80 cm, sedangkan DAS Rungan naik 60 cm.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya segera mengambil langkah sigap. Status kebencanaan pun dinaikkan dari Siaga Banjir, menjadi Tanggap Darurat Banjir. Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani saat dihubungi, Jumat (18/11).
“Pemko sudah menetapkan status Tanggap Darurat Banjir sejak 17 November kemarin, dan masa tanggap darurat ini berlaku hingga 14 hari ke depan. Kita sudah mempersiapkan penanganan optimal terhadap masyarakat yang terdampak,” kata Emi.
Dia menyebutkan, hingga saat ini debit air mengalami kenaikan yang bervariasi mulai dari 30-60 cm per harinya, dengan hasil data sementara ada 14 kelurahan terdampak banjir di 4 kecamatan.
“Sejauh ini sudah didirikan posko lapangan dan posko pengungsian. Posko lapangan ada 6 dan posko pengungsian ada 4. Masing-masing tersebar di wilayah kelurahan yang kebanjiran,” ungkapnya.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan, menurunkan petugas penyelamatan untuk melakukan evakuasi terhadap korban, terutama anak-anak dan lansia. Kemudian menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Dapur umum dan tim medis sudah disiapkan semuanya di lokasi. Untuk sementara anggaran belum ada, kegiatan menggunakan DPA masing-masing,” terangnya.
Ribuan Jiwa Terdampak
Hingga Kamis (17/11) malam, diakui Emi sudah ada ribuan jiwa dan rumah milik masyarakat yang terdampak bencana banjir kali ini. Total yang tercatat ada 2.388 kepala keluarga (KK) atau 8.544 jiwa dan 1.733 rumah yang terdampak bencana musiman ini.
Kelurahan dengan jumlah penduduk terdampak terbanyak, disebutkannya ada di Kelurahan Langkai, sebanyak 1.240 KK atau 4.887 jiwa dan 1.235 rumah yang terendam air. Lalu Kelurahan Bukit Tunggal dengan total 182 KK atau 633 jiwa dan 165 rumah tergenang, serta Kelurahan Pahandut Seberang dengan total 134 KK atau 525 jiwa dan 127 rumah.
“Masih ada Kelurahan Palangka dan Petuk Katimpun yang terdampak banjir cukup parah, namun data kami masih belum tercatat semua. Di kelurahan lainnya, memang rata-rata ada 100 hingga 200 jiwa yang terdampak banjir,” sebutnya.
Sedangkan banjir di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya tampaknya belum ada tanda-tanda surut akibat luapan Sungai Kahayan.
Posko Pengungsian
Posko pengungsian yang berada di Gedung KNPI Kalteng, per Jumat (18/11), tercatat telah menampung 31 orang pengungsi, yang terdiri dari 4 orang lansia, 19 orang dewasa, 4 orang anak-anak dan 4 orang balita. Jumlah ini bertambah, dimana hari sebelumnya baru ada 23 orang saja yang mengungsi.
Sebelumnya, sebagian pengungsi yang berada di Posko Lapangan Jalan Arut, akhirnya pindahkan ke Gedung KNPI Kalteng karena faktor cuaca dan fasilitas mandi, cuci dan buang air besar yang lebih representatif.
“Saat ini pengungsi bertambah, ada 31 orang, debit air masih bertahan, terakhir petugas cek naik 2 cm,” kata Lurah Palangka Ahmad Susanto, Jumat (18/11).
Menurutnya, saat ini kondisi badan pengungsi sudah sehat dan tidak ada keluhan-keluhan sakit. Meskipun demikian, petugas medis dari Dinas Kesehatan setempat dikatakannya siap di posko untuk memberikan pelayanan bagi para pengungsi.
Makan dan minum serta kebutuhan lain bagi para pengungsi, juga telah diperhatikan. Minimal 3 kali sehari, pihak BPBD Kota melakukan droping logistik.
“Pemko Palangka Raya melalui BPBD sudah menyuplai bantuan makanan dan minuman serta kebutuhan lainnya, termasuk melakukan evakuasi. Jadi masalah sudah terselesaikan,” ujarnya.
Dia menilai yang menjadi kendala saat ini adalah masyarakat yang terdampak banjir tidak ingin meninggalkan rumahnya, meskipun debit air terus meningkat. Namun sebagian warganya juga diakui Ahmad lebih memilih mengungsi di rumah keluarga.
Total warga yang terdampak di Kelurahan Palangka, disebutkannya ada kurang lebih 2.900 KK. Jumlah tersebut meningkat dibanding hari kemarin. Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat waspada terhadap kenaikan debit air dengan memerhatikan kabel-kabel listrik, barang-barang elektronik dan anak-anak saat bermain yang bertujuan meminimalkan risiko bencana.
“Jika debit air makin tinggi, posko pengungsi bisa dibuka di Pasar Kahayan karena dekat dengan rumah korban,” tutupnya.rgb





