PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan drastis. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga ada yang terkonfirmasi positif. Terbaru, bayi usia 2 bulan berjenis kelamin laki-laki terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Doris Sylvanus, Palangka Raya.
Direktur RSUD dr Doris Sylvanus drg Yayu Indriaty Sp.KGA ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kabar tersebut. Bayi tersebut merupakan pasien rujukan dari Kabupaten Gunung Mas dengan kondisi diare, dehidrasi ringan, sedang hiponatremia, namun sudah teratasi.
“Pasien asalnya dari Sepang, Gunung Mas, masuknya kemarin hari Senin dan dirawat di ruang isolasi karena kondisinya positif Covid-19 juga. Kondisi saat ini sudah membaik,” kata Yayu, Selasa (29/11).
Sementara ini pasien tersebut masih diobservasi, sehingga belum dipindahkan ke ruang rawat biasa. Yayu menuturkan, kasus konfirmasi positif yang sedang menjalani perawatan di RSUD Doris Sylvanus terus bertambah setiap harinya.
Sampai Selasa (29/11) siang, sebanyak 15 orang konfirmasi positif, 10 orang dirawat di ruang ICU dan 5 orang di ruang isolasi. Peningkatan terjadi dalam satu bulan ini. Maka sejak Oktober, RS kembali waspada hingga awal bulan depan.
Terkait dengan terjadinya peningkatan kasus, Yayu belum mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. Apakah karena adanya varian baru XBB, menurut Yayu belum ada pemeriksaan laboratorium.
Sementara itu, berdasarkan hitungan ahli epidemiologi Kalteng, terjadi peningkatan kasus secara perlahan, namun pasti, meskipun tidak melonjak. Sejak 7 minggu lalu sudah mengalami peningkatan kasus, mencapai 20-40 persen per minggunya.
“Minggu terakhir kemarin peningkatannya turun, kurang dari 10 persen, mungkin karena pemberian vaksin booster yang masif,” kata Rini Fortina, SKM MKes, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalteng.
Adanya peningkatan kasus baru ini, Rini menilai status kesehatan minggu ini kurang baik dari minggu sebelumnya, meskipun menurun terus kasusnya dalam 6 periode mingguan terakhir. Namun, indikator kematian ada lonjakan, meskipun masih terkendali.
Kendati demikian, sinyal bahaya sudah semakin jelas. Kemudian pergerakan penyakit cenderung perlahan dan konsisten tanpa fluktuasi yang tajam, namun tetap menambah jumlah sakit dan kesembuhan yang cenderung lambat.
PAEI merekomendasikan edukasi dan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan dan masyarakat menjadi prioritas, sampai status pandemi dicabut. Capaian vaksin ketiga perlu ditingkatkan untuk mencapai kekebalan maksimal, indikator kewaspadaan dini dengan peningkatan jumlah testing sebaiknya tetap dipertahankan.
Peningkatan testing pada orang yang kontak erat perlu ditingkatkan kembali serta skrining testing pada individu berisiko, terutama pelaku pelayanan publik perlu dipertimbangkan untuk ditingkatkan kembali guna mengurangi risiko penularan. yml





