Teras: Jalan Rusak, Kasihan Umat Muslim yang Rayakan Idul Fitri
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Tokoh Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang turut prihatin dengan insiden perkelahian yang terjadi di Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun. Kerusakan jalan ditengarai menjadi penyebab perkelahian. Jalan yang rusak tanpa dilakukan perbaikan dalam kurun waktu setahun lebih, membuat masyarakat melampiaskan kekesalannya.
Menurut Teras Narang, perkelahian yang terjadi merupakan cetusan dari keresahan yang dirasakan oleh masyarakat sekarang ini, dampak dari kerusakan jalan itu. Jangan melihat kejadian itu sebagai suatu kejadian yang sederhana, bahkan sepele, justru pemerintah provinsi harus memberikan perhatian, dengan segera melakukan perbaikan.
Senator Kalteng ini mengatakan, kejadian itu, masyarakat tidak bisa disalahkan. Bagaimanapun, masyarakat adalah pengguna jalan, sementara pemerintahlah yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga, maupun merawat jalan tersebut. Pemerintah provinsi dipercaya memiliki solusi, dan perhatian yang baik dalam rangka mengatur, sehingga tidak terjadi stuck atau hambatan seperti itu.
“Kerusakan Jalan Palangka Raya-Kurun harus segera dilakukan perbaikan. Apa yang terjadi di lapangan adalah realitas, bahwa jalan tersebut memiliki skala prioritas yang sangat tinggi. Ini adalah jalan provinsi, walaupun terdapat 3 wilayah di dalamnya. DPRD provinsi juga seharusnya bersuara atas kerusakan jalan tersebut. Saya lihat, DPRD provinsi tidak ada bersuara atas kejadian itu,” tegas Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, saat diminta komentarnya atas kerusakan Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun yang mengalami kerusakan, berdampak pada terjadinya perkelahian, Rabu (22/2) di Palangka Raya.
Padahal, urai Teras Narang, pembahasan anggaran tidak dilakukan sendiri, melainkan dibahas bersama antara kepala daerah bersama dengan DPRD. Artinya, DPRD bisa melihat bahwa perbaikan Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun adalah skala prioritas yang harus mendapatkan perhatian serius, dan segera dilakukan pembenahan.
Ada banyak masalah, jelas Teras Narang, akibat dari rusaknya jalan yang tidak kunjung dilakukan perbaikan. Pertama tentu dari sisi logistik atau bahan makanan. Jarak tempuh yang sebelumnya 3 jam, karena jalan rusak menjadi 6 jam, terjadi pemborosan minyak selama dijalan. Pengusaha mau tidak mau menaikan harga barang, mengimbangi biaya angkut.
Belum lagi masalah sosial, kata Teras Narang, seperti yang baru saja terjadi. Waktu juga menjadi permasalahan lain. Sebelumnya masyarakat bolak balik Palangka Raya-Gunung Mas hanya 6 jam, sekarang menjadi 12 jam, ada begitu banyak waktu terbuang di jalan, yang disebabkan oleh jalan rusak, dan tidak segera dilakukan perbaikan.
Teras Narang mengingatkan, Jalan Palangka Raya-Kuala Kurun dapat segera dilakukan perbaikan sebelum hari raya idul fitri. Dampak yang sangat besar apabila kondisi jalan masih belum dilakukan perbaikan. Waktu normal saja, barang mengalami kenaikan, apalagi kondisi jalan rusak seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin kenaikan akan jauh lebih tinggi.
“Kasihan umat Muslim yang ingin merayakan Idul Fitri. Akibat jalan rusak harga barang naik. Ayam naik, telur naik, kebutuhan pokok juga naik. Kenaikan itu justru semakin mempersulit kondisi umat Muslim yang merayakan Idul Fitri. Saya secara pribadi ketika menjadi pelayan masyarakat, sangat konsen dalam hal yang seperti ini. Infrastruktur yang rusak dapat sesegera mungkin dilakukan perbaikan, sehingga masyarakat nyaman untuk melintas,” ungkap Teras Narang. ded





