PEMKAB KOTIM

Bupati Bangga Rute Palangka Raya dan Pangkalan Bun Tersedia

8
×

Bupati Bangga Rute Palangka Raya dan Pangkalan Bun Tersedia

Sebarkan artikel ini
Bupati Bangga Rute Palangka Raya dan Pangkalan Bun Tersedia
ISTIMEWA MASKAPAI BARU- Bupati Kotim Halikinnor ketika menerima manajemen maskapai penerbangan baru.

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengaku bangga dan senang karena saat ini telah tersedia penerbangan untuk rute baru. Yakni penerbangan rute Sampit tujuan Kota Palangka Raya dan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Ini akan membantu warga kami yang ingin bepergian ke dua kota tujuan tersebut dalam waktu cepat, sehingga efektif,” ujarnya, Minggu (19/2).

Halikinnor didampingi Sekretaris Daerah Fajrurrahman dan Kepala Dinas Perhubungan Kotim Johny Tangkere menerima kunjungan pemilik dan jajaran Smart Aviation di Bandara Haji Asan Sampit, Sabtu (18/2).

Saat itu sekaligus penerbangan perdana pesawat milik maskapai Smart Aviation itu singgah di Bandara Haji Asam Sampit. Sebuah maskapai penerbangan, yaitu Smart Aviation membuka penerbangan yang menghubungkan tiga daerah strategis di Kalimantan Tengah, yaitu Kota Palangka Raya, Sampit (Kabupaten Kotim) dan Pangkalan Bun (Kabupaten Kobar).

“Penerbangan pesawat ini menjadi alternatif bagi warga Sampit yang hendak bepergian ke Palangka Raya maupun Pangkalan Bun. Waktu tempuhnya kurang satu dari satu jam, jauh lebih singkat dibanding melalui jalur darat yang waktu tempuhnya mencapai empat jam,” terangnya.

Menurut Halikinnor, permintaan layanan transportasi udara di Kotim terus meningkat, baik rute antarpulau maupun antarkota di Kalimantan. Sayangnya frekuensi penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit masih terbatas, sehingga banyak calon penumpang memilih terbang melalui daerah tetangga, seperti Kota Palangka Raya maupun Pangkalan Bun.

Halikinnor menyambut positif dibukanya penerbangan tujuan Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Dia yakin ini akan membawa dampak positif terhadap perekonomian Kotim.

Dia mendorong agar Smart Aviation mengembangkan layanan dengan menambah rute dan frekuensi penerbangan. Apalagi dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, maka diyakini akan berdampak terhadap daerah lain di Kalimantan, termasuk Kotim.

“Kalau bisa nanti juga Sampit-Banjarmasin. Jadi misalnya kalau penerbangan dari sini ke Surabaya tidak ada, maka kita ada alternatif melalui bandara di Palangka Raya atau Banjarmasin,” harap Halikinnor. c-may