“Penyebab Hujan di Kalteng adalah Sirkulasi Siklonik yang Berada di Timur Wilayah Perairan Filipina. Sirkulasi Membentuk Daerah Konvergensi/Belokan Angin di Kalteng. Ini adalah Kemarau Basah di Kalteng”
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng memprediksikan sebagian wilayah Kalteng dalam 3 hari ke depan berpotensi mengalami hujan.
Kendati saat ini masih diprakirakan akan memasuki awal musim kemarau, jadi potensi cuaca ekstrem di musim peralihan masih ada. Saat ini dapat dikatakan Kalteng memasuki kemarau basah.
Menurut Prakirawan BMKG Kalteng Chandra Mukti, beberapa daerah di Kalteng diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas rendah hingga sedang. Dari peta prakiraan cuaca Kalteng, sejumlah daerah terjadi hujan dengan suhu rata-rata mulai dari 23-32 derajat Celcius.
“Penyebabnya hujan beberapa hari ini dan ke depan di wilayah Kalteng terdapat Sirkulasi Siklonik yang berada di timur wilayah perairan Filipina, yang mana Sirkulasi tersebut membentuk daerah konvergensi/belokan angin di Kalteng,” ujarnya kepada Tabengan, Jumat (7/7).
Ditambahkannya, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi/belokan tersebut.
Menurutnya, Labilitas Lokal Kuat dan didukung kelembaban udara yang cukup basah, mendukung proses konvektif di sebagian besar wilayah Kalteng. Terkait itu, maka pihaknya kembali merilis peringatan dini, waspada potensi hujan bersifat lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah Kalteng.
Masyarakat juga diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, genangan air, tanah longsor dan pohon tumbang.
Sementara itu, dari informasi dan data BMKG Kalteng, untuk Prakiraan Curah Hujan Bulan Juli dasarian II sampai dengan Agustus dasarian I 2023, yaitu secara umum curah hujan bulan Juli dasarian II sampai Agustus dasarian I Tahun 2023 di Kalteng diprakirakan berkisar pada kategori rendah hingga menengah (0-100 mm).
Curah hujan diprakirakan berangsur-angsur menurun pada periode terkait. Pada Juli dasarian II, curah hujan di bagian timur dan utara Kalteng diprakirakan lebih rendah (berkisar 20-50 mm) dibandingkan wilayah bagian tengah dan barat (berkisar 50-100 mm).
Sementara itu, curah hujan pada Juli dasarian III dan Agustus dasarian I di bagian selatan dan tengah diprakirakan lebih rendah dibandingkan Kalteng bagian utara. Akan tetapi, curah hujan di Juli dasarian III diprakirakan masih lebih tinggi (berkisar 10-100 mm) dibandingkan dengan curah hujan di Agustus dasarian I (berkisar 0-75 mm). drn





