1 Jam Hujan Deras Guyur Palangka Raya

ILUSTRASI HUJAN

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah berminggu-minggu wilayah Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya tidak pernah turun hujan, akhirnya pada Rabu (6/9) siang, hujan deras mengguyur hampir 1 jam. Hujan antara pukul 14.00-15.00 WIB itu, turun dengan intensitas cukup deras. Kendati hanya 1 jam lamanya, namun cukup memberikan suasana yang sejuk bagi sebagian warga di Kota Palangka Raya.

Muhammad Sairi, salah seorang warga Jalan Manjuhan, sangat antusias dengan turunnya hujan yang cukup deras. Dirinya mengakui halaman rumah sekaligus kawasan di sekitar kediamannya yang berdebu dan kering, akhirnya dibasahi hujan.

“Beberapa waktu ini debunya lumayan banyak. Bahkan agak gersang. Berkat hujan ini, walaupun sebentar bisa menghilangkan debu dan kering di sini,” ujarnya.

Dia juga mengaku tidak menyangka bakal turun hujan, karena saat ini Kalteng dalam kondisi puncak musim kemarau. Tidak diketahui apakah hujan buatan atau alami, namun yang terpenting bisa mengurangi bencana kabut asap dan karhutla di Kalteng.

Sementara itu, warga lain di kawasan Jalan Antang Kalang Febry Adila juga bersyukur dengan turunnya hujan tersebut. Dirinya berharap hujan deras selama 1 jam ini bisa mengurangi  intensitas kabut asap serta baunya yang akhir-akhir mulai pekat.

“Semoga saja bisa segera mengurangi bau kabut asap dan dampaknya bagi kita, khususnya kesehatan. Tadi memang deras hujannya, tapi tidak lama hanya kurang lebih 1 jam-an lah,” jelasnya.

Febry berharap hujan semacam ini bisa berlanjut dan intensitasnya semakin sering terjadi hingga beberapa waktu mendatang.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalteng melalui prakirawannya Chandra Mukti Wijaya memprakirakan, hujan di beberapa wilayah kota di Kalteng, saat ini karena adanya daerah sirkulasi siklonik terpantau di Kalimantan Barat.

Terkait itu, menyebabkan adanya belokan angin di wilayah Kalteng. Bahkan, kelembaban udara di beberapa lapisan lapisan yang cukup basah dan labilitas lokal kuat, sehingga kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng, walaupun di saat musim sekarang.

Selain itu, disampaikan juga beberapa wilayah yang berpotensi terjadinya cuaca hujan atau cuaca ekstrem. Misalnya, di Kabupaten Kotawaringin Barat yang meliputi Arut Selatan, Kotawaringin Lama. Lalu Kabupaten Kapuas meliputi Kapuas Tengah, serta Kota Palangka Raya dan sekitarnya. drn