Dampak Guyuran Hujan, Titik Api di Kecamatan Sebakul Berkurang

Camat Sebakul H Sugianto

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Camat Sebangau Kuala (Sebakul) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) H Sugianto mengatakan, pasca guyuran hujan dan angin kencang yang terjadi, Senin (11/9/2023), turut serta memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Sebangau Kuala, Selasa (12/9/2023).

Ia menyebut, wilayah Kecamatan Sebakul merupakan salah satu titik api terbanyak, dan berkat turun hujan itu yang cukup deras, sehingga memadamkan beberapa api yang berada di sekitaran penduduk.

“Alhamdulillah, kalau di sekitar penduduk sudah padam apinya, karena hujan deras yang turun kemarin. Hanya saja, kita kesulitan memantau yang di tengah hutan, dan jika tidak menggunakan alat agak kesulitan pak memantaunya,” terang Sugianto.

Ia menambahkan, akibat hujan deras yang turun beberapa menit tersebut maka dapat dipastikan api yang tidak jauh dari pemukiman penduduk sudah padam, dan kehawatiran warga sedikit mereda. Sebab menurutnya, kemarau panjang tentunya berdampak akan rawan karhutla, dan bahkan kebun masyarakat seperti kebun sawit, kebun karet dan lainnya juga terdampak.

“Untuk kebun warga kita juga ada yang terdampak karhutla. Dan pada hari Senin nanti akan kita laporkan ke dinas terkait, dan nanti masing-masing Kepala Desa di wilayah Kecamatan Sebakul akan membawa laporannya pada rapat nantinya,” beber Sugianto.

Laporan pihaknya nanti, kata Sugianto, juga akan disampaikan secara langsung ke Bupati Pulpis serta meneruskan ke instansi terkait.

Sugianto juga menanggapi kondisi dan aktivitas nelayan di wilayah Kecamatan Sebakul pada musim kemarau ini, apakah terkendala dalam mencari ikan. Dia meyakini, nelayan di Kecamatan Sebakul masih bisa menyiasati dalam menjalankan kativitas laut. Jika kondisi angin cukup kencang atau musim tenggara, maka menurutnya para nelayan akan beralih ke darat, atau mencari ikan di darat, seperti mencari ikan sungai. “Sampai saat ini, untuk (nelayan) Sei Bakau dan Sei Hambawang, mereka mensiasati dalam mencari ikan. Dan memang kita akui, dengan kondisi sekarang ini pendapatan nelayan kita berkurang, tapi masih ada aktivitas, mereka menyesuaikan kondisi cuaca,” pungkasnya. c-mye