Hukrim  

Lahan Garapan Diserobot, Warga Kotim Lapor Polda Kalteng 

LAPOR - Kuasa Hukum Ari Yunus Hendrawan bersama Rofi Dewar ketika melapor ke Polda Kalteng. TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rodi Dewar (53) warga Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kotawaringin Timur terpaksa harus melapor ke Polda Kalimantan, Rabu (13/9). Dia mengklaim lahan garapannya seluas 28 hektare diduga diserobot oleh PT Windu Nabati Lestari (WNL) dan tidak diberikan ganti rugi. Rodi Dewar melaporkan SA, pihak yang mengklaim memiliki lahan garapannya.

Dalam pengaduannya, Rodi didampingi Kantor Hukum Singkang W Kasuma yang diwakili oleh kuasa hukum Ari Yunus Hendrawan. Ari Yunus mengatakan, jika kliennya tersebut memiliki lahan seluas 27 hingga 37 hektare hasil garapan tahun 1997 hingga 2000 dan telah memiliki Surat Pernyataan Tanah (SPT). Ari menuding objek tanah tersebut kemudian ditanami sawit oleh PT WNL tanpa pemberitahuan atau ganti rugi. Mengetahui hal itu, Rodi kemudian mengirimkan keberatan dan memohon penyelesaian secara musyawarah sejak tahun 2007 hingga 2023, namun tidak ditanggapi oleh PT WNL. “Alasan keberatan klien saya tidak ditanggapi, ternyata PT WNL ini sudah membayar ganti rugi kepada SA dan DA,” katanya.

Untuk mempertahankan haknya, imbuh Ari, kliennya berupaya dengan berbagai macam cara termasuk mediasi tetapi tidak ada hasil, sehingga akhirnya melapor ke Polda Kalteng. “Disini kita melaporkan SA karena diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengakui dan membebani tanah kelola milik Rodi, dengan menyatakan tanah objek kelola adalah miliknya dan milik koperasi yang dikelolanya tanpa dasar hukum yang jelas,” tegas Ari.

Ia menyampaikan, kliennya sebagai pelapor sempat melakukan penutupan akses dan kegiatan oleh PT WNL yang melintasi dan menggunakan objek tanah kelola tersebut. Namun terlapor SA justru memprovokasi orang lain untuk membuka portal. “SA kita laporkan sesuai dengan Pasal 385 poin 4e KUHpidana. Laporan pengaduan ini dikuatkan oleh keterangan tiga saksi yang memang mengetahui peristiwa tersebut dan siap untuk dipanggil dan diminta keterangan,” pungkas Ari. fwa