Hukrim  

Banting HP Mantan Istri, Hendra Terancam Penjara 8 Bulan

Banting HP Mantan Istri, Hendra Terancam Penjara 8 Bulan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Hendra terpaksa berurusan dengan hukum akibat membanting ponsel mantan istrinya. Dalam persidangan, Hendra mengaku emosi dan cemburu karena mantan istrinya tersebut melakukan video call dengan orang lain. “Menuntut, agar Majelis Hakim menghukum Terdakwa Hendra dengan pidana penjara selama delapan bulan,”ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (11/9/2023).

Perkara berawal ketika Jati yang merupakan mantan istri Hendra sedang membuka warungnya di Pasar Kahayan, Senin (6/2) pagi. Hendra kemudian datang meminta uang, namun kemudian pergi setelah mantan istri yang telah memberinya dua orang anak itu menolaknya. Siang harinya, Hendra datang kembali dan mendadak mengambil paksa ponsel Redmi Note 10 Pro milik Jati yang sedang video call dengan temannya. Jati kemudian lari untuk mengamankan diri ke UPTD Pasar Kahayan.

Hendra mengikuti Jati dan keduanya terlibat cekcok di dalam UPTD Pasar Kahayan. Nazarudin dan Deny berusaha melerai namun tidak berhasil. Karena emosi, Hendra membanting ponsel milik Jati ke lantai. Akibatnya, ponsel tersebut pecah dan mengeluarkan asap. Hendra juga sempat menarik Jati untuk pergi tapi ditolaknya.

Melihat ponsel milik Jati masih terus mengeluarkan asap, Hendra mencelupkannya ke dalam parit dekat kantor UPTD. Dia kemudian membawa ponsel tersebut pergi tanpa persetujuan Jati. Merasa mengalami kerugian akibat perbuatan Hendra dan kerusakan ponselnya, membuat Jati melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Hendra akhirnya diproses secara hukum dan terancam pidana sebagaimana dalam Pasal 406 ayat 1 KUHPidana tentang perusakan barang.