Hukrim  

Mencuri Lalu Bakar Rumah, Koko Dituntut 8 Tahun Penjara

FOTO: Ilustrasi bakar rumah

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Abdullah Ependi Rikulan alias Koko menjadi terdakwa perkara pembakaran rumah dan pencurian dalam persidangan Pengadilan Negeri Muara Teweh.

“Menuntut, menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 tahun,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam dakwan  JPU, Koko mencuri rokok dari rumah tetangganya kemudian membakar rumah tetangga dan rumahnya sendiri untuk menghilangkan jejak. Setelah rumah dan bangunan sarang walet korban habis terbakar, Koko bersandiwara dengan melapor ke Polisi lalu berdalih ada orang tidak dikenal membakar rumahnya.

Perkara berawal ketika Koko berpikir bagaimana cara membiayai sekolah anak serta keinginan istrinya yang ingin membeli sepeda motor. Koko kemudian minum sebotol anggur merah seharga Rp100.000,- di rumah temannya, Minggu (11/6) pagi.

Dia kemudian pergi ke rumah korban yakni Hendro yang sedang kosong lantas mendobrak pintu lalu mengambil 20 bungkus rokok berbagai merek, sangkur, dan sebuah kunci.  Untuk menghilangkan jejak, Koko membakar kasur busa yang akhirnya menyebabkan rumah dan bangunan sarang walet milik korban habis terbakar serta mengakibatkan kerugian Rp500 juta.

Takut perbuatannya terbongkar, membuat Koko gelisah sehingga membakar rumah miliknya sendiri untuk menghilangkan jejak sekaligus mencari simpati agar Buyung menaikan gajinya sebagai penjaga bangunan sarang walet.

Ketika api mulai membakar rumahnya, Koko membangunkan ibu mertuanya kemudian meminta pertolongan warga untuk memadamkan api. Setelah api berhasil dipadamkan, Koko melapor ke Kantor Polsek Permata Intan lalu berpura-pura ada orang yang membakar rumahnya tapi tidak berhasil dia tangkap. Tapi perbuatan Koko akhirnya terungkap dan Polisi menetapkannya sebagai tersangka.

Dalam persidangan, JPU menyatakan perbuatan Koko memenuhi unsur tindak pidana dengan sengaja menimbulkan kebakaran yang menimbulkan bahaya umum bagi barang dan pencurian dengan pemberatan. Koko terancam pidana sebagaimana dalam Pasal 187 angka (1) KUHPidana dan Pasal 363 ayat (1) angka 3 KUHPidana. dre