Spirit Kalteng

Jelang Nataru, Harga Pangan Naik 

9
×

Jelang Nataru, Harga Pangan Naik 

Sebarkan artikel ini
Jelang Nataru, Harga Pangan Naik 
SIDAK- Tim Satgas Pangan Kalteng melakukan pemantauan harga pangan menjelang Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Pasar Besar Palangka Raya. TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID –  Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pemantauan harga pangan menjelang Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Rabu (29/11).

Staff Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan, beberapa komoditas yang sedikit naik, yakni gula pasir Rp13.000 kini Rp18.000/kilogram.

”Kemudian beras tertentu berbeda harga, mungkin karena dia mengambil dari pengecer ke pengecer, itu kan di tingkat pengecer, misalnya beras SPHP tadi, ada yang menjual sekitar Rp17.500, mungkin ia tidak berhak menjualnya sebesar itu. Harganya itu Rp11.500 paling tinggi,” katanya.

Yuas menyampaikan, stok pangan untuk Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman. Namun demikian, atas temuan tersebut akan ada edukasi dan sosialisasi melalui kegiatan penambahan pasar-pasar di sekitar.

”Misal di Palangka Raya ini kan 2 toko, masyarakat sudah diberi edukasi melalui online maupun dari hasil pertemuan beberapa waktu lalu. Ada harga beras untuk SPHP maksimal Rp11.500 (per kilogram). Masyarakat banyak yang tidak tahu, toko-toko itu mengambil barang dari berbagai pedagang lainnya, sehingga bervariasi harga di situ,” paparnya.

Selain itu, ia menyampaikan harga minyak goreng mengalami kenaikan sekitar Rp500 hingga Rp700 dari harga awal Rp14.000.

”Ada yang Rp16.000, ada yang Rp17.000 minyak goreng merek Kita, itu naik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Riza Rahmadi menyebut ada 3 program pemerintah seperti bantuan pangan, beras SPHP, dan program beras subsidi pemerintah bekerja sama dengan Bulog yang berpengaruh signifikan.

”Diharapkan 3 program ini bisa menahan laju kenaikan harga beras. Kalau kita lihat signifikan pengaruhnya, pedagang pun berpikir dengan 3 program pemerintah ini dia akan tidak terlalu menahan beras, pasti akan dilepas ke pasar. Karena kalau beras ditahan terlalu lama akan mengakibatkan nilai jualnya menurun. Jadi saya optimis 3 program pemerintah untuk beras dapat kita kendalikan,” katanya.

Ia mengungkapkan untuk cabai harganya sempat berfluktuasi. Namun demikian, harga saat ini sudah menurun dari awalnya cabai merah Rp100.000 kini menjadi Rp90.000/kg dan cabai keriting dari Rp90.000 ke Rp85.000.

”Kita juga optimis, sudah memasuki musim penghujan, petani kita sudah mulai menanam. Kita harapkan Desember panen tanaman cabai. Fluktuasi menghadapi Nataru tidak akan berpengaruh besar,” katanya.

Ganggu Distribusi

Riza Rahmadi juga mengatakan, distribusi bahan pokok sudah satu bulan terganggu akibat adanya perbaikan jalan di wilayah Kereng Pangi, Kabupaten Katingan.

”Jadi ada 3 titik jalan yang sedang perbaikan di Kereng Pangi, sehingga mengganggu distribusi kita ke kabupaten atau kota,” ujarnya, usai pemantauan Harga Pangan Menjelang Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024, di Kelurahan Pahandut, Rabu (29/11).

Menurutnya, perbaikan jalan tersebut sempat mengganggu distribusi sekitar 3 hingga 4 jam. Diharapkan arus bahan pokok penting seperti cabai, ayam dan bahan-bahan hidup seperti itu bisa diprioritaskan untuk bisa melewati jalan tersebut. Sehingga harga di Palangka Raya dan Kereng Pangi dan sampai ke sana bisa terkendali.

Riza mengungkapkan, bahan pokok (bapok) yang terdampak akibat perbaikan jalan di Kereng Pangi yakni dari Sampit ke Palangka Raya ataupun sebaliknya.

”Saya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan supaya perbaikan jalan ini tidak menjadi masalah. Paling tidak, bahan pokok penting bisa diprioritaskan,” jelasnya.

Ia berharap perbaikan tersebut bisa cepat selesai apalagi sedang menghadapi Nataru. “Jadi kalau misalkan arus distribusi terganggu maka juga akan berpengaruh kepada harga bahan,” tutupnya. ldw