Ratusan KK Terdampak Banjir Kobar

RENDAM-Tampak personel Polsek Arut Utara memantau kondisi banjir di Desa Nanga Mua dan Kelurahan Pangkut, Kobar, Kamis (18/4). TABENGAN/YULIANTINI

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID-Ratusan Kepala Keluarga (KK) yang ada di Kelurahan Pangkut dan Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat tergenang banjir akibat luapan sungai Arut yang terjadi usai diguyur hujan lebat yang terjadi sejak 3 hari terakhir.

Bahkan ketinggian air di sejumlah kawasan pemukiman warga di lima RT yang ada di Kelurahan Pangkut dan 3 RT di Desa Nanga Mua berdasarkan pantauan terakhir, Rabu (17/4) sore, mencapai lutut orang dewasa atau sekitar 60 cm.

Menurut Wati, Kasi Kesra Kelurahan Pangkut, sedikitnya ada sekitar 300 rumah warga dari RT 1 hingga RT 5  tergenang banjir.

Kondisi terakhir terpantau, ketinggian banjir yang menggenangi perumahan warga dan merendam sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut terus bertambah. “Diperkirakan jika hujan masih terjadi, banjir diperkirakan belum surut bahkan bertambah dalam, akan tetapi hingga saat ini warga masih bertahan di rumah, mengingat warga telah antisipasi dengan membuat panggung di dalam rumah,” kata Wati.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Desa Nanga Mua, ada sekitar 58 KK terdampak banjir dengan jumlah 169 jiwa. Dimana banjir terjadi di tiga RT.

“Belum ada warga yang mengungsi, akan tetapi kami akan menurunkan tim rescue untuk melakukan pemantauan, termasuk jika memang warga harus mengungsi maka akan kami kirimkan perahu karet,” ujar Syahruni.

Terpisah, Kapolsek Arut Utara Ipda Edi Haryanto mengatakan, banjir di Nanga Mua terjadi sejak 16 April 2024 lalu, akibat curah hujan sehingga debit air sungai Arut meningkat dan meluap membanjiri pemukiman.

“Dalam rangka aksi tanggap siaga bencana, kami  melakukan pemantauan dan pengecekan lokasi terdampak banjir di Desa Nanga Mua, Rabu (17/4) malam,” kata Edi kepada Tabengan, Kamis (18/4).

Sedikitnya ada tiga RT yang terendam, dengan ketinggian air berkisar antara 30-80 cm, dan untuk pemantauan lapangan terus dilaksanakan dengan  bersinergi dengan aparat desa setempat.

Banjir berasal dari kiriman hulu sungai Arut akibat dari curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari lalu, dimana sampai dengan saat ini sudah ada lima rumah warga yang terendam sisanya masih aman karena rata-rata rumah warga menggunakan tongkat/panggung.

Selain pemantauan, pihaknya juga aktif memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada, dengan adanya banjir agar mengamankan harta benda dan surat penting serta jaga keselamatan, mengingat sampai dengan saat ini curah hujan cukup tinggi.

“Bagi pengguna jalan baik roda dua maupun empat untuk berhati-hati pada saat melintas di seputaran jalan yang terendam banjir. Jauhkan aliran listrik dari air antisipasi korsleting listrik akibat banjir,” imbaunya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Desa untuk penanganan korban bencana banjir di wilayah Desa Nanga Mua dalam hal ini menyiapkan gedung serba guna sebagai tempat pengungsi dan dapur umum. c-uli